Ketua DPRD Banjarmasin Diperiksa sebagai Tersangka

Juven Martua Sitompul    •    Senin, 13 Nov 2017 11:31 WIB
ott kpk
Ketua DPRD Banjarmasin Diperiksa sebagai Tersangka
Ilustrasi: Gedung KPK. Foto: MI/Rommy Pujianto.

Jakarta: Ketua DPRD Banjarmasin Iwan Rusmali (IRS) diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia dimintai keterangan dalam kasus dugaan korupsi pada penyertaan modal Pemerintah Kota Banjarmasin ke Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih. 

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai tersangka," kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Senin, 13 November 2017.

Selain Iwan, penyidik juga memeriksa Wakil Ketua DPRD Andi Effendi (AE). Dia diperiksa dalam kapasitasnya sebagai tersangka.

Iwan Rusmali ditangkap KPK pada 14 September 2017. Selain Iwan, KPK juga mencokok Andi Effendi, Direktur Utama PDAM Bandarmasih Muslih, dan Manajer Keuangan PDAM Bandarmasih Trensis. Setelah pemeriksaan intensif, mereka ditetapkan sebagai tersangka. 

Muslih dan Transis dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara itu, Iwan dan Andi disangkakan Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.


(OGI)