Operasi Tinombala

Kapolri Harap Ali Kalora Turun Gunung

Dheri Agriesta    •    Selasa, 20 Sep 2016 17:59 WIB
santoso cs
Kapolri Harap Ali Kalora Turun Gunung
Kapolri Jenderal Tito Karnavian -- ANT/Puspa Perwitasari

Metrotvnews.com, Jakarta: Satuan Tugas Tinombala menembak satu anggota kelompok bersenjata Santoso di Sektor III Desa Tangkura, Kecamatan Poso, Pesisir Selatan. Diperkirakan, masih ada 11 teroris yang bergerilya di hutan Poso.

"Target pertama kita yang namanya Ali Kalora. Kita harapkan mereka untuk turun gunung," kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Rumah Sakit Bhayangkara R. Said Sukanto, Kramat Jati,  Jakarta Timur, Selasa (20/9/2016).

Minggu lalu, polisi menangkap Basri. Dedengkot kelompok Santoso itu ditangkap hidup-hidup karena bersedia turun gunung.

"Kita harapkan mereka turun gunung saja, menyerahkan diri seperti Basri. Untuk apa mereka melakukan kegiatan yang merugikan diri sendiri dan meresahkan masyarakat?" ujar Tito.

(Baca: Basri Anak Buah Teroris Santoso Ditangkap Hidup)

Tito menjelaskan, Operasi Tinombala masih akan digelar 1,5 bulan ke depan. Setelah peringatan satu tahun Operasi Tinombala, akan dilakukan evaluasi capaian dan pekerjaan yang tersisa.

"Seandainya memang kita anggap cukup, kita akhiri operasi dan kembali ke operasi rutin. Tapi, kalau kita anggap masih perlu pengejaran, kita akan lanjutkan Operasi Tinombala," jelas Tito.

(Baca: Tinombala Buru Alikalora)

Kontak senjata antara Satgas Operasi Tinombala dengan kelompok jaringan Santoso kembali terjadi di Poso, Sulawesi Tengah, pada 19 September 2016. Satu orang tak dikenal (OTK) yang diduga anggota kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) tewas diterjang timah panas dalam kontak senjata terjadi sekitar pukul 09.15 WITA itu.

 


(NIN)

Video /