Dicecar Hakim, Drajat Mengaku Mainkan Duit Operasional Tim Lelang

Surya Perkasa    •    Kamis, 20 Apr 2017 18:14 WIB
korupsi e-ktp
Dicecar Hakim, Drajat Mengaku Mainkan Duit Operasional Tim Lelang
Drajat Wisnu Setyawan bersiap menjalani pemeriksaan di gedung KPK Jakarta, Selasa (25/10/2017). Antara Foto/Wahyu Putro

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Panitia Lelang proyek pengadaan KTP elektronik (KTP-el) Drajat Wisnu Setyawan dicecar hakim seputar aliran uang yang diterima dan dibagikannya. Dalam serangan pertanyaan hakim, Drajat akhirnya mengaku sempat memainkan anggaran operasional.

Berawal dari pertanyaan Ketua Majelis Hakim John Halasan Butar-Butar soal aliran uang yang diterimanya dari terdakwa Sugiharto. "Saudara saksi benar mengantar bingkisan dari Sugiharto?" tanya John dalam persidangan kasus korupsi anggaran proyek KTP-el di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis 20 April 2017.

"Benar yang mulia," jawab Drajat yang saat proyek itu bergulir menjabat Sekretaris Ditjen Dukcapil Kemendagri.

John kemudian mengejar Drajat dengan pertanyaan demi pertanyaan. Drajat yang awalnya menjawab dengan percaya diri, perlahan terbata-bata.

Hakim John kemudian bertanya apakah dia tahu bingkisan yang dibawanya berupa uang. Drajat mengaku tak tahu. Pertanyaan-pertanyaan dari hakim John akhirnya membuat Drajat diam sejenak.

"Saudara saksi masa tidak tahu. Dari bentuk bingkisan kan kelihatan. Ini kita perlu tahu seperti apa. Atau begini, kiriman ke kompleks rumah DPR itu atau USD40 ribu untuk tim (lelang) duluan?" tanya John.

"Sebelum (duit USD40 ribu)," kata Drajat dengan suara mengecil.

Drajat pun mengakui menerima USD40 ribu dari Sugiharto untuk dibagi ke anggota tim. Kebetulan uang tersebut diberikan saat Lebaran.

Dia pun kemudian mengaku uang tersebut disimpannya. Kemudian untuk anggota tim, dia bagi-bagi Rp10 juta. "Uangnya dari mana?" tanya hakim John.

"E.. Itu saya ambil dari uang operasional tim. Kan ada anggaran Rp100 jutaan untuk operasional, nah saya ambil dari situ," kata Drajat.

"Loh, berarti saudara itu enggak benar dong. Itu secara aturan tidak boleh kan?" cecar hakim John. Pertanyaan John ini pun kembali membuat Drajat terdiam.

"Benar yang mulia," jawabnya dengan suara nyaris tidak terdengar.

Dia berkilah menerima uang USD40 ribu karena khilaf. Drajat mengaku sudah mengembalikan uang itu kepada KPK.

"Nah coba saudara ingat-ingat lagi, apakah ada uang-uang yang lain. Karena saudara sepertinya sangat patuh. Sudah sering saudara diperintah jadi kurir," tegas hakim John. "Tidak ada yang mulia."


(TRK)