Jaksa KPK Cecar Mendes Soal Pengumpulan Uang untuk Pegawai BPK

Whisnu Mardiansyah    •    Kamis, 21 Sep 2017 03:49 WIB
kasus suap
Jaksa KPK Cecar Mendes Soal Pengumpulan Uang untuk Pegawai BPK
Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo saat memberikan kesaksian. ANT/Sigid Kurniawan.

Metrotvnews.com, Jakarta: Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencecar Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo soal uang urunan anak buahnya untuk pejabat Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Dalam persidangan Eko mengaku sama sekali tak tahu kegiatan tersebut.

"Apakah saudara tahu ketika dilakukan pemeriksaan kemudian ada pengumpulan sejumlah uang?" tanya salah satu Jaksa KPK kepada Eko di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu 20 September 2017.

"Saya tidak tahu. Saya yakin pegawai saya tidak ada yang berani melaporkan hal-hal ini kepada saya," jawab Eko.

Dalam persidangan, Eko mengklaim ia dikenal tegas soal integritas dan peforma anak buahnya. Ia mengaku baru tahu soal adanya urunan setelah adanya pemberitaan di media.

"Sebelum ada berita di media saya belum pernah tahu," ujarnya.

Jaksa kemudian kembali mencecarnya, siapa inisiator pengumpulan urunan uang untuk anggota BPK. Lagi-lagi politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mengaku tak tahu menahu.

"Saya tidak tahu," ucapnya.

Mantan Irjen Kemendes PDTT Sugito dan anak buahnya, mantan Kepala Bagian TU dan Keuangan Jarot Budi Prabowo didakwa menjadi pemberi suap. Mereka mengumpulkan Rp240 juta dari sembilan Unit Kerja Eselon 1 Kemendes PDTT.

Uang tersebut kemudian diserahkan ke Auditor BPK Rochmadi Saptogiri dan Ali Sadli agar mengamankan status Laporan Keuangan Kemendes PDTT yang terancam mendapat Wajar Dengan Pengecualian. Sebab, BPK RI mendapat temuan anggaran yang janggal senilai Rp550,46 miliar.



(DRI)