Bupati Batubara Timbun Uang Suap di Bos Dealer Mobil

Juven Martua Sitompul    •    Kamis, 14 Sep 2017 22:04 WIB
ott kpk
Bupati Batubara Timbun Uang Suap di Bos Dealer Mobil
Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan (kiri) dan Alexander Marwata (kanan) menyaksikan penyidik memperlihatan barang bukti OTT terhadap Bupati Batubara di Gedung KPK. (Foto: Antara/Wahyu Putro A).

Metrotvnews.com, Jakarta: Bupati Batubara OK Arya Zulkarnaen mengumpulkan uang suap kepada Sujendo Tarsono (STR) seorang pemilik dealer mobil di Kota Medan, Sumatera Utara. Uang suap sebesar Rp346 juta itu bagian dari fee Rp4,4 miliar terkait pekerjaan tiga proyek infrastruktur di Kabupaten Batubara.

"Jadi semua dana ini disetorkan ke STR. Kalau pada saat tertentu bupati OK (Arya Zulkarnaen) butuhkan dia telepon," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan di gedung KPK, Jakarta, Kamis 14 September 2017.

Modus ini terungkap setelah KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Saat itu, OK Arya memerintahkan Sujendo menyerahkan uang sebanyak Rp250 juta kepada seorang pihak swasta Khairul Anwar (KHA).

(Baca juga: Ada Janji Fee Rp4,4 Miliar untuk Bupati Batubara)

Namun, setelah transaksi selesai, tim Satgas KPK menangkap Sujendo dan Khairul. Di tempat terpisah, tepatnya di Kabupaten Batubara, tim juga mengamankan OK Arya di rumah dinasnya di wilayah Kabupaten Batubara.

Dari situ, petugas mengamankan uang Rp96 juta. Uang itu diduga sisa dana yang ditransfer Sujendo kepada salah satu staf Pemerintah Kabupaten Batubara Agus Salim atas permintaan Arya sebesar Rp100 juta.

"Pada tanggal 13 September yang dilakukan OTT, ada perintah dari bupati, itu modusnya. Dia tidak pegang uang sendiri," ujarnya.

(Baca juga: KPK Tetapkan Bupati Batubara Tersangka Suap)

Basaria mengungkapkan bila Arya dijanjikan fee sebesar 10 persen dari tiga proyek di Kabupaten Batubara oleh Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar. Dari Maringan, OK Arya akan mendapat Rp4 miliar dengan catatan PT Gunung Mega Jaya (GMJ) menggarap pembangunan Jembatan Sentang dengan nilai proyek Rp32 miliar.

Kemudian, OK Karya juga wajib menggolkan PT Tombang dalam lelang pembangunan Jembatan Sei Magung dengan nilai proyek Rp12 miliar. Sedangkan Syaiful menjanjikan OK Arya fee Rp400 juta untuk proyek betonisasi jalan Kecamatan Talawi senilai Rp3,2 miliar.

"Saat ini disinyalir masih tersisa saldo STR di tabungan sebesar Rp1,6 miliar," pungkas Basaria.




(HUS)