Novanto Menimbang PK ke MA

Damar Iradat    •    Jumat, 14 Sep 2018 16:58 WIB
korupsi e-ktp
Novanto Menimbang PK ke MA
Terpidana kasus dugaan korupsi proyek KTP elektronik Setya Novanto (tengah) berjalan di Gedung Pengadilan Tipikor, Jakarta. Foto: MI/Susanto.

Jakarta: Mantan Ketua DPR Setya Novanto berpikir untuk mengajukan peninjauan kembali (PK) ke Mahkamah Agung (MA). Dia sebelumnya divonis 15 tahun penjara oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. 

"Ya, kami kan tentu ini pikirkan untuk PK, kita lihat perubahannya seperti apa," kata kuasa hukum Setya Novanto, Maqdir Ismail, saat dijumpai di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat, 14 September 2018. 

Menurut dia, pihaknya kini tengah menyoroti sejumlah nama penerima aliran dana KTP-el yang berbeda dalam dakwaan terdakwa satu dengan yang lainnya. Novanto dan kuasa hukum akan meneliti lebih lanjut putusan masing-masing terdakwa.

Ia menyatakan tim kuasa hukum juga sudah membahas hal ini dengan Novanto. Kendati demikian, ia mengaku belum ada kepastian soal pengajuan PK ke MA dalam waktu dekat.

"Ya, sudah ngobrol, cuma belum tahu pastinya ada PK atau enggak," tegasnya.

Baca: Kesaksian Setya Novanto di Sidang Kasus KTP-el Ditunda

Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan vonis 15 tahun penjara kepada Novanto karena terbukti merugikan negara Rp2,3 triliun dalam kasus korupsi proyek pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el). Selain hukuman pidana penjara, Novanto juga didenda Rp500 juta subsider tiga bulan kurungan.

Novanto juga dituntut majelis hakim membayar uang pengganti USD7,3 juta dikurangi uang yang telah dikembalikan Rp5 miliar subsider dua tahun kurungan. Majelis hakim pun menjatuhkan pidana tambahan berupa pencabutan hak politik Novanto selama lima tahun.


(OGI)