Polri-TNI akan Koordinasi soal Intel Abu Sayyaf di Indonesia

Lukman Diah Sari    •    Jumat, 23 Sep 2016 13:33 WIB
wni disandera abu sayyaf
Polri-TNI akan Koordinasi soal Intel Abu Sayyaf di Indonesia
Foto: Reuters

Metrotvnews.com, Jakarta: Kapolri Jenderal Tito Karnavian akan berkoordinasi dengan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo soal dugaan adanya intelijen kelompok militan Abu Sayyaf di Indonesia.

"Saya akan koordinasi dengan Bapak Panglima TNI. Kalau ada, ya jelas tidak boleh," kata Tito di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (23/9/2016).

Tito mengatakan, polisi sempat menangkap seseorang diketahui mata-mata Abu Sayyaf di Manado. Seingat Tito, kasus ini selesai di persidangan pada 2011 atau 2012.

Menurut Tito, sesorang tersebut berasal dari Filipina dan memberikan uang kepada kelompok Abu Sayyaf. "Dia menggunakan paspor palsu Indonesia dan terdeksi sebagai orang yang berhubungan dengan Abu Sayyaf," jelasnya.

Kelompok Abu Sayyaf berulang kali menyandera warga Indonesia. Kelompok ini meminta uang tebusan bila ingin sandera bebas dengan selamat.

Minggu 18 September, Abu Sayyaf membebaskan tiga warga Indonesia dari penyanderaan di Pulau Jolo, perairan Sulu, Filipina.

Lorens Lagadoni Koten, 34, Teodoru Kopong Koten, 42, dan Emanuel Arakian Maran, 46, warga Nusa Tenggara Timur, bekerja di kapal pukat tunda LD/114/5S milik Chia Tong Len. Mereka diculik di perairan Lahad Datu, Malaysia, Juli lalu.

Kemarin, Kementerian Luar Negeri RI memastikan satu lagi warga Indonesia bernama Herman Manggak dibebaskan Abu Sayyaf. Dengan bebasnya Herman, warga Indonesia yang masih disandera Abu Sayyaf sebanyak lima orang.


(TRK)

Video /