Penyebar Isu Rush Money Ditangkap

Damar Iradat    •    Sabtu, 26 Nov 2016 12:57 WIB
rush money
Penyebar Isu <i>Rush Money</i> Ditangkap
Irjen Boy Rafli menunjukkan bukti kasus penyebaran isu rush money. Foto: MTVN/Damar Iradat

Metrotvnews.com, Jakarta: Polisi menangkap Abdul Rozak alias Abu Uwais, 31. Rozak ditangkap karena diduga mengajak masyarakat segera menarik uang secara besar-besaran (rush money) dari bank.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan Rozak ditangkap sepulang mengajar di salah satu SMK di Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis 24 November. Warga Penjaringan itu memposting tulisan yaitu aksi rush money mulai berjalan, ayo ambil uang kita dari bank milik komunis.

Rozak melampirkan foto ATM dan uang tunai di akun Facebook pribadinya dengan profil Abu Uwais. "Ini sangat provokatif dan tidak mendidik bagi masyarakat," kata Boy di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Sabtu (26/11/2016).

Boy menjelaskan, Rozak mengunggah pesan yang dinilai provokatif itu pada 21 November, pukul 21.38 WIB. Ia memanfaatkan isu unjuk rasa ormas pada 2 Desember, untuk menyebar isu rush money.

Berdasarkan keterangan ahli, kalimat komunis tidak boleh dimuat di media sosial. Apalagi, kata Boy, kalimat tersebut ditujukan kepada institusi bank yang di dalamnya ada umat Muslim. Rozak dinilai cukup memenuhi unsur pelanggaran Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Polisi menyita barang bukti dari tersangka berupa satu unit telepon genggam, akun Facebook atas nama Abu Uwais, dan dua akun surat elektronik. Rozak tidak ditahan dengan berbagai pertimbangan.

"Yang bersangkutan guru dan memiliki anak balita yang cacat," tegas Boy.

Boy mengimbau, seluruh masyarakat agar tidak memancing atau menyebar provokasi. Sebab, provokasi menimbulkan kegaduhan di masyarakat.

"Kalau (isu rush money) masif bisa bahaya di bidang ekonomi. Ini tidak patut ditiru. Kami harap, kita sama-sama memberikan pendidikan yang baik kepada masyarakat," pungkas Boy.

 


(TRK)