Pengacara dan Jaksa Adu Penilaian Soal Pleidoi Jessica

Arga sumantri    •    Senin, 17 Oct 2016 12:09 WIB
kematian mirna
Pengacara dan Jaksa Adu Penilaian Soal Pleidoi Jessica
Terdakwa kasus dugaan pembunuhan Wayan Mirna Salihin, Jessica Kumala Wongso, berdiskusi dengan kuasa hukumnya di sela sidang lanjutan di PN Jakpus, Kamis (13/10/2016) -- ANT/ Akbar Nugroho Gumay

Metrotvnews.com, Jakarta: Jaksa Penuntut Umum (JPU) menilai, nota pembelaan (pleidoi) kubu Jessica Kumala Wongso hanya mengulang keterangan para saksi yang dihadirkan. Pleidoi Jessica dianggap tidak subtantif dan terlalu melebar.

Menanggapi pernyataan itu, Otto Hasibuan selaku pengacara Jessica hanya tertawa kecil. Ia malah menyebut tuntutan jaksa yang tidak fokus.

"Justru karena tuntutannya melebar, tidak fokus, tidak ada bukti, sehingga harus kita tanggapi," ujar Otto, Senin (17/10/2016).

Menurut Otto, pleidoi lebih dari 3.000 halaman disebabkan tuntutan JPU yang terlalu melebar. Ribuan halaman pleidoi itu belum termasuk nota pembelaan yang dibuat sendiri oleh Jessica.

(Baca: Pleidoi Kuasa Hukum Jessica Soroti Keabsahan CCTV)

Sebelumnya, Jaksa Ardito menilai wajar jika pleidoi Jessica lebih dari 3.000 halaman. Sebab, isinya seperti merangkum seluruh pernyataan saksi dalam persidangan sebelumnya.

"Analisanya itu pun kalau dikatakan menanggapi tuntutan kita, banyak yang diulang-ulang," ujar Ardito, Kamis (13/10/2016).

Hari ini, sidang kasus kematian Wayan Mirna Salihin kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat. Agenda sidang kali ini adalah mendengarkan replik atau tanggapan jaksa terhadap pleidoi yang sudah dibacakan kubu Jessica.

(Baca: Sidang Replik Kasus Mirna Digelar Hari Ini)

Informasi yang didapat, sidang replik kasus Mirna akan dimulai pukul 13.00 WIB. Menurut Ardito, isi replik tidak bakal keluar dari materi pleiodi yang sudah disampaikan kubu Jessica.


Terdakwa kasus dugaan pembunuhan Wayan Mirna Salihin, Jessica Kumala Wongso, mengikuti sidang dengan agenda pembacaan nota pembelaan di PN Jakpus, Rabu (12/10/2016) -- MI/Adam Dwi

Sidang kasus kematian Mirna memasuki babak akhir. Paling tidak, tinggal dua kali persidangan lagi sebelum majelis hakim menjatuhkan vonis terhadap Jessica.

Wayan Mirna meregang nyawa usai menyeruput es kopi Vietnam di Kafe Olivier pada 6 Januari. Kopi itu dipesankan Jessica.

Jessica jadi terdakwa tunggal kasus kematian Mirna. Jaksa menuntut Jessica 20 tahun penjara.

Jaksa menilai, rekan Mirna di Billyblue College itu terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana. Kendati, tuntutan 20 tahun penjara sebenarnya jadi opsi yang paling ringan dari butir pasal yang didakawakan terhada Jessica. Seseorang yang didakwa melanggar pasal tersebut, bisa dituntut hukuman maksimal, yakni hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Dalam nota pembelaannya, Jessica keberatan. Dia memastikan bukanlah pembunuh Mirna. Pleidoi yang dibaca oleh kuasa hukum Jessica, memohon majelis hakim agar membebaskan Jessica dari seluruh dakwaan.

 


(NIN)

Janji Djarot Buat Warga Kalimati Jakarta Barat

Janji Djarot Buat Warga Kalimati Jakarta Barat

12 hours Ago

Djarotberjanji akan memperbesar puskesmas dan membangun infrastruktur yang dibutuhkan warga.

BERITA LAINNYA