Bareskrim Sediakan Posko bagi Korban Penipuan Penjualan Pulsa

Arga sumantri    •    Selasa, 14 Nov 2017 12:57 WIB
penipuan
Bareskrim Sediakan Posko bagi Korban Penipuan Penjualan Pulsa
Ilustrasi. Foto: Antara/Juli

Jakarta: Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri membuka posko pengaduan bagi korban penipuan pulsa seluler dan listrik. Bagi masyarakat yang merasa menjadi korban bisa langsung mengadu ke Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Tipideksus) Bareskrim Polri.

Direktur Tipideksus Bareskrim Polri Brigjen Agung Setya mengatakan posko pengaduan dibuka di Gedung Surachman lantai 3, komplek Kementerian Kelautan dan Perikanan. Korban dianjurkan mengadu dengan menyertai dokumen.

"Untuk mempermudah masyarakat yang menjadi korban, bisa melalui nomor WhatsApp 081385478887 atau email ke tipideksus.bareskrim@polri.go.id," kata Agung dalam keterangan tertulisnya, Selasa 14 November 2017.

Guna kecepatan pendataan, masyarakat diminta mengirimkan data berupa salinan KTP dan bukti pembelian pulsa listrik atau seluler. Masyarakat juga diminta membawa bukti transfer ke rekening PT Mione Global Indonesia melalui WhatsApp atau surel.

Agung mengatakan sudah 150 korban mengadu ke posko yang dibuka sejak Agustus 2017 itu. Penyidik juga sudah memeriksa sebanyak 20 korban.

"Bagi masyarakat yang menjadi korban dapat segera melaporkan ke posko maupun menghubungi melalui call center dengan mengirimkan data-data," ujarnya.

Dalam kasus ini, Bareskrim telah menetapkan dua WNI sebagai tersangka. Mereka adalah Direktur Utama PT Mione Global Indonesia (PT MGI), DH, dan Direktur PT MGI, ES. Keduanya telah menipu sebanyak 11.800 orang dengan kerugian mencapai Rp400 miliar. DH dan ES sudah ditahan.

Komisaris PT MGI inisial KWC juga sudah ditetapkan jadi tersangka. WN Malaysia itu disinyalir menjadi otak penipuan.

Para pelaku dijerat Lasal 105 Juncto Pasal 9 UU No 7 Tahun 2014 Tentang Perdagangan. Ancaman hukumannya, pidana penjara paling lama 10 tahun atau denda paling banyak Rp 10 miliar.


(UWA)