Kondisi Rumah Eks Presiden PKS sebelum Berpindah Tangan

Juven Martua Sitompul    •    Jumat, 13 Oct 2017 16:57 WIB
kpk
Kondisi Rumah Eks Presiden PKS sebelum Berpindah Tangan
Petugas KPK melihat kondisi rumah milik mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq di Perumahan Rumah Bagus Residence Blok B1 di Jalan Kebagusan, Jakarta Selatan, Selasa (10/10/2017). Foto: MI/Bary Fathahilah

Metrotvnews.com, Jakarta: Rumah mewah dengan cat coklat milik eks Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Luthfi Hasan Ishaq, masih berdiri kokoh. Letak rumah persis di sebelah musala di Perumahan Rumah Bagus Residence Blok B1, Jalan Kebagusan Dalam I RT 007/RW 04, Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

Rumah ini dirampas negara melalui Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena terbukti dibeli dari hasil praktik korupsi. Tanpa pagar, rumah ini dibangun di atas tanah seluas 441 meter persegi. Selain tanah yang cukup luas, rumah milik pesakitan suap daging sapi impor itu bertingkat dua.

Dari luar halaman rumah, rumput liar tumbuh Pemandangan rumput liar ini terbias oleh bangunan rumah yang didesain cukup elegan.

Di lantai dasar terdapat ruang tamu, satu kamar tidur, dua kamar mandi, dapur, dan garasi. Debu-debu yang menempel di lantai menandakan rumah sudah lama tak ditempati.

Beralih ke lantai atas, terdapat tiga kamar tanpa barang. Hanya ada tempat tidur tingkat berikut kasur di salah satu kamar. Selain itu, ada dua kamar mandi.Aair masih mengalir normal di tiga kamar mandi tersebut.

Baca: Rumah Lutfhi Hasan Ishaaq Dilelang

Rumah mewah ini hanya satu dari sekian aset milik Luthfi yang dirampas negara. Masih ada aset lain yang berhasil disita karena diduga berkaitan dengan tindak rasuah.

KPK resmi menjual rumah mewah ini kepada Edy Erwanto dengan harga Rp2.965.171.000. Namun, lembaga antikorupsi ogah mengungkap sosok Edy.

"Hari ini sudah selesai lelang, untuk pemenang atas nama Edy Erwanto dengan harga Rp2.965.171.000," kata Panitia lelang KPK Leo Sukoto Manalu kepada Metrotvnews.com, Jakarta, Jumat 13 Oktober 2017.

Baca: Rumah Bekas Presiden PKS Terjual Hampir 3 Miliar

Leo mengatakan rumah itu terjual sesuai harga limit yang sudah ditetapkan. Harga limit ditentukan berdasarkan penilaian oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jakarta III.

Sebelum ditetapkan sebagai pemenang lelang, Edy sudah lebih dulu menyetorkan uang Rp600 juta. KPK memberi waktu bagi Edy untuk melunasi pembelian rumah lima hari ke depan.




(UWA)