Facebook Bantah Lakukan Pelanggaran Hukum

Ilham wibowo    •    Selasa, 17 Apr 2018 14:06 WIB
facebook
Facebook Bantah Lakukan Pelanggaran Hukum
Kepala Kebijakan Publik Facebook Indonesia Ruben Hattari - Medcom.id/Ilham Wibowo.

Jakarta: Kepala Kebijakan Publik Facebook Indonesia Ruben Hattari membantah telah melakukan pelanggaran hukum ihwal kebocoran data. Hal itu bisa terjadi lantaran komitmen pihak ketiga yang disalahgunakan. 

"Kami memastikan pelayanan kami berjalan sesuai dengan hukum yang berlaku. Kami akan terus menyampaikan perkembangan terkini terkait peninjauan menyeluruh tersebut, berikut hasil temuannya," ujar Ruben dalam RDP bersama Komisi I di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 17 April 2018. 

Ruben menyebut kejadian ini merupakan bentuk kegagalan Facebook dalam melindungi data pengguna. Permohonan maaf pun telah disampaikan melalui notifikasi langsung terhadap pengguna yang ikut terlibat dalam kasus ini. 

(Baca juga: Facebook Indonesia Minta Maaf)

Hingga saat ini, Facebook tengah melakukan peninjauan kembali atas platform mereka. Hal itu guna memastikan data seluruh pengguna aplikasi besutan Mark Elliot Zuckerberg ini terlindungi.

"Informasi terkini mangenai langkah yang kami ambil akan dipublikasikan di newsroom kami seiring dengan perkembangan kasus ini ke depannya," ujar Ruben. 

Menurut Ruben, sejauh ini Facebook belum menemukan bukti aplikasi pihak ketiga terebut telah melanggar sertifikasi penghapusan dengan tidak manghapus data yang mereka miliki. Namun demikian, isu yang telah menjadi polemik di berbagai negara ini terus didalami sembari menantikan panyelidikan yang dilakukan Komisioner Informasi Inggris (ICO).

"ICO meminta kami menunda melakukan langkah-langkah audit dan pencarian fakta tertentu sambil menunggu penyelidikan mereka selesai," tutur dia. 

(Baca juga: Sejak 2015, Facebook Habiskan Rp275,6 Miliar untuk Keamanan Zuckerberg)




(REN)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA