KPK Tetapkan PT Nindya Karya dan PT Tuah Sejati sebagai Tersangka

Muhammad Al Hasan    •    Jumat, 13 Apr 2018 19:34 WIB
kasus korupsi
KPK Tetapkan PT Nindya Karya dan PT Tuah Sejati sebagai Tersangka
Wakil Ketua KPK Laode M Syarif - Medcom.id/Muhammad Al Hasan.

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan dua perusahaan, PT Nindya Karya cabang Sabang dan PT Tuah Sejati sebagai tersangka. Keduanya diduga melakukan tindak pidana korupsi dalam pembangunan dermaga bongkar pada kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas sabang yang dibiayai APBN TA 2006-2011. 

"Setelah KPK melakukan proses pengumpulan informasi dan data termasuk permintaan keterangan kepada sejumlah pihak dan terpenuhi bukti permulaan yang cukup maka KPK melakukan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi dengan tersangka PT NK dan PT TS," Kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif, dalam konfrensi pers di Gedung Dwi Warna, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat, 13 April 2018.

Kedua korporasi tersebut diduga melakukan penyalahgunaan kewenangan melalui tersangka Heru Sulaksono yang merupakan kepala PT NK cabang Sumatera Utara dan Aceh sekaligus merangkap kuasa Nindya Sejati Joint Corporation. Heru diduga menyalahgunakan kewenangan untuk memperkaya diri sendiri, orang lain dan atau korporasi dalam pembiayaan proyek tersebut. 

(Baca juga: Heru Laksono Divonis Sembilan Tahun Penjara)

Tak tanggung nilai proyek mencapai angka sekitar Rp793 miliar. Dengan prediksi kerugian yang dialami negara mencapai nilai Rp313 miliar. 

Adapun jumlah nilai proyek yang diterima korporasi tersebut semakin besar pertahunnya, dengan rincian sebagai berikut:

A. Tahun 2004 nilai proyek Rp7 miliar tidak dikerjakan pada kurun 2004-2005 karena bencana Tsunami Aceh. Namun, uang muka telah diterima sebesar Rp1,4 miliar (potong pajak). 
B. Tahun 2006 nilai proyek Rp 8 miliar 
C. Tahun 2007 nilai proyek Rp 24 miliar 
D.Tahun 2008 nilai proyek Rp 124 miliar 
E. Tahun 2009 nilai proyek Rp 164 miliar 
F. Tahun 2010 nilai proyek Rp 180 miliar 
G. Tahun 2011 nilai proyek Rp 285 miliar 

Laode menyebut keuntungan yang didapat dua perusahaan itu mencapai Rp94.58 miliar.  Dengan rincian PT Nindya Karya mendapat Rp44,68 miliar dan PT Tuah Sejati mendapat Rp49,9 miliar.

Atas perbuatan itu, kedua korporasi dijerat Pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

(Baca juga: KPK Sita 2 Mobil Mewah Heru Sulaksono)






(REN)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

6 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA