Kementerian Diminta Lebih Serius Tangani Anak Korban Teror

M Sholahadhin Azhar    •    Kamis, 17 May 2018 17:42 WIB
terorisme
Kementerian Diminta Lebih Serius Tangani Anak Korban Teror
Ilustrasi - Medcom.id.

Jakarta: Pengamat Sosial Universitas Indonesia (UI) Devie Rahmawati menyebut kepedulian kementerian dan lembaga atas respons terhadap korban anak-anak dalam teror di Surabaya harus serius. Jangan hanya menjadikan peristiwa itu sebagai panggung. 

"Harusnya enggak berhenti pada pernyataan, tapi ada upaya serius untuk memberikan hak-hak kepada anak (korban) itu," kata Devie pada Medcom.id, Kamis, 17 Mei 2018.

Devie menyoroti kementerian dan lembaga yang latah merespons teror bom. Padahal, mereka bisa menyikapi insiden itu dengan lebih bijak. 

Misalnya, fokus pada kondisi anak dalam kehidupan sehari-hari. Devie menyebut dalam 
kehidupan sehari-hari, anak-anak merupakan golongan yang rentan. 

(Baca juga: KPAI Pastikan Anak Korban Teroris Diperhatikan Negara)

Mereka sering kali dimanfaatkan dan dieksploitasi. Misalnya menjadi kurir narkoba atau pengamen terorganisasi.

"Artinya mereka sering dikorbankan, tapi baru saat bentuknya luar biasa seperti ini (bom bunuh diri sekeluarga), baru dikeroyok," kata dia. 

Meski demikian, Devie tak menuding kementerian dan lembaga sebagai pihak yang aji mumpung. Sebab, pernyataan-pernyataan yang dilontarkan pihak-pihak terkait, memang diperlukan. Terutama untuk menjaga pembentukan opini.

"Memang opini harus segera dikepung. Jangan sampai ada opini yang berlawanan," kata Devie.

Dengan momentum, ia menyebut penggiringan opini terkait perlindungan anak bisa dibingkai dengan baik. "Artinya ini adalah positif, bukan upaya saling menegasi. Ini penting bahwa anak memang tak boleh dikorbankan," tandas Devie.




(REN)