Pemerintah Berkomitmen Selesaikan Kasus Munir

Achmad Zulfikar Fazli    •    Sabtu, 15 Oct 2016 21:01 WIB
kasus munir
Pemerintah Berkomitmen Selesaikan Kasus Munir
Potret Munir Said Thalib di sebuah kaos yang digunakan peserta aksi Kamisan di Istana Kepresidenan. ANT/Sigid Kurniawan.

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly menyerahkan penelusuran keberadaan laporan akhir penyelidikan tim pencari fakta (TPF) kasus kematian Munir Said Thalib. Yasonna menegaskan, pemerintah memiliki komitmen menyelesaikan masalah ini.

"Biar Jaksa Agung yang menelusuri," kata Yasonna di Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Sabtu (15/10/2016).

Pemerintah akan berusah mencari laporan yang tak tahu rimbanya itu. Tim TPF telah menyerahkan laporan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Juni 2005. Tapi, Kementerian Sekretaris Negara mengaku tak memiliki catatan masuknya laporan itu.

"Ini kita lihat nanti seperti apa, saya kira panjang sekali untuk follow up kehilangan," kata dia.


Potret pegiat HAM Munir Said Thalib dan tulisan 'Jangan Lupa' dalam aksi Kamisan di depan Istana Kepresidenan. MI/Galih Pradipta.

Ada banyak nama yang tercatat dalam laporan akhir itu. Yasonna enggan berspekulasi. Kata dia, pemerintah akan mempelajari kembali laporan akhir tersebut.

"Kan kita tidak bisa menyebut nama tanpa bukti," tegas dia.

KIP memerintahkan Kementerian Sekretaris Negara untuk mengumumkan laporan akhir TPF kasus pembunuhan Munir yang diserahkan kepada Presiden SBY pada 2005. Putusan itu dikeluarkan atas gugatan Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS).

Munir meninggal saat terbang menggunakan pesawat Garuda Indonesia nomor penerbangan GA-974 menuju Belanda pada 7 September 2004. Munir yang saat itu berusia 38 tahun hendak melanjutkan studi di Universitas Utrecht.


(DRI)

Janji Djarot Buat Warga Kalimati Jakarta Barat

Janji Djarot Buat Warga Kalimati Jakarta Barat

12 hours Ago

Djarotberjanji akan memperbesar puskesmas dan membangun infrastruktur yang dibutuhkan warga.

BERITA LAINNYA