Kejagung Minta Polri Segera Limpahkan Tahap 2 Kasus Ahok

Lukman Diah Sari    •    Rabu, 30 Nov 2016 11:06 WIB
kasus hukum ahok
Kejagung Minta Polri Segera Limpahkan Tahap 2 Kasus Ahok
Jaksa Agung Muda Pidana Umum Kejagung Noor Rachmad -- ANT/M Agung Rajasa

Metrotvnews.com, Jakarta: Tim Kejaksaan Agung menyatakan berkas perkara kasus dugaan penistaan agama dengan tersangka Basuki `Ahok` Tjahaja Purnama lengkap atau P21. Kejagung meminta penyidik Bareskrim Polri segera melakukan pelimpahan tahap dua kasus ini, yaitu menyerahkan barang bukti dan tersangka.

"Agar bisa segera bergulir ke meja hijau," kata Jaksa Agung Muda Pidana Umum Kejagung Noor Rachmad di kantornya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (30/11/2016).

Noor menjelaskan, P21 berarti segala administrasi penanganan perkara yang sebelumnya disidik penyidik Bareskrim Polri telah memenuhi sarat formil dan materil. "Secara formal dan materil telah memenuhi syarat untuk dibawa ke pengadilan," ujar dia.

Tim jaksa, lanjut Noor, sebenarnya memiliki waktu 14 hari kerja untuk meneliti berkas perkara tersebut. Nyatanya penelitian berkas setebal 800-an halaman itu bisa kurang dari empat hari kerja, terhitung sejak 25 November.

"Tim bekerja siang dan malam untuk menuntaskan dan menyelesaikan. Sehingga pada hari ini telah resmi dinyatakan P21 atau lengkap secara formil dan materil," terang Noor.

Dengan demikian, penyidik tinggal menentukan jadwal sidang Ahok. Rencananya, sidang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

(Baca: Berkas Lengkap, Kasus Ahok Segera Masuk Pengadilan)

Bareskrim Polri menetapkan Ahok sebagai tersangka kasus dugaan penistaan agama pada 16 November 2016. Polisi juga mencegah Ahok ke luar negeri.

Ahok disangkakan Pasal 156a KUHP juncto Pasal 28 ayat 4 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Penyidik mengambil kesimpulan setelah gelar perkara pada 15 November 2016.


(NIN)