Novel Mengaku tak Tahu Yayasan Keadilan untuk Semua

Lukman Diah Sari    •    Senin, 13 Feb 2017 13:49 WIB
pencucian uang
Novel Mengaku tak Tahu Yayasan Keadilan untuk Semua
Novel Bamukmin (kiri) dan kuasa hukum. Foto: MTVN/Lukman Diah Sari

Metrotvnews.com, Jakarta: Sekretaris DPD Front Pembela Islam (FPI) DKI Jakarta Novel Chaidir Bamukmin mengaku tidak mengetahui Yayasan Keadilan untuk Semua. Ia membantah terlibat pengumpulan dana umat saat aksi Bela Islam Jumat 2 Desember 2016 (212).

Hari ini, Novel menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri terkait kasus dugaan pencucian uang Yayasan Keadilan untuk Semua. Uang di Yayasan diduga sumbangan masyarakat yang awalnya diklaim untuk mendukung aksi 212.

"Yayasan dan saksi siapa tidak tahu, tidak jelas. Saya tidak paham," kata Novel saat tiba di kantor Bareskrim, gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan, Gambir, Jakarta Pusat, Senin 13 Februari 2017.

Ali Lubis, kuasa hukum Novel, menegaskan, Novel bukan pengurus Yayasan Keadilan untuk Semua. Dia juga meyampaikan, Novel tidak terlibat pengelolaan sumbangan.

"Kemarin kami diskusi, Habib Novel tidak pernah tahu, tidak pernah dengar nama yayasan tersebut. Beliau bingung tiba-tiba dipanggil Bareskrim sebagai saksi, kaitannya sebagai apa," jelas Ali.

Terkati kehadiran di aksi 212, kata Ali, kapasitas Novel sebagai ulama, tidak ada kaitannya dengan Yayasan Keadilan untuk Semua.

Novel seharusnya diperiksa Jumat 10 Februari. Ia tidak datang dengan alasan surat panggilan pemeriksaan mendadak. Ia mengaku menerima surat panggilan dari Bareskrim tengah malam pada Kamis 9 Februari.

"Jumat pagi harus diperiksa, ya, tidak bisa, saya kan punya jadwal, agenda sendiri. Saya hari ini menyanggupi untuk diperiksa," beber Novel.

Sebelumnya, penyidik Bareskrim memeriksa Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) Bachtiar Nasir terkait kasus yang sama, Jumat 10 Februari.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Brigjen Agung Setya mengatakan, penyidik mengetahui ada penghimpunan dana dari umat. Diduga, ada penyimpangan dalam penggunaan dana umat tersebut.


(TRK)

KPK Hormati Putusan Sela Praperadilan Novanto

KPK Hormati Putusan Sela Praperadilan Novanto

1 day Ago

KPK akan tetap menghadapi proses persidangan selanjutnya yang masuk dalam tahap pembuktian.

BERITA LAINNYA