Kapolri Sebut Kasus Novel Utang Kepolisian

Whisnu Mardiansyah    •    Senin, 19 Jun 2017 19:37 WIB
novel baswedan
Kapolri Sebut Kasus Novel Utang Kepolisian
Kapolri Jenderal Tito Karnavian--Metrotvnews.com/Ilham Wibowo

Metrotvnews.com, Jakarta: Kasus penyiraman air keras yang menimpa Novel Baswedan akan dituntaskan secepatnya. Apalagi, penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu menyebut ada oknum perwira polisi yang terlibat.

"Ini komitmen kita," kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin 19 Juni 2017.

Di internal Polri, kata Tito, ada ketidaknyamanan setelah Novel menyatakan ada perwira Polri terlibat. "Dari kepolisian tidak ingin ada kecurigaan hal-hal negatif seperti itu," ujar Tito.

Baca: Kapolri Tawarkan KPK Bentuk Tim Penyelidikan Kasus Novel

Ini bukan pertama kali kepolisian menangani kasus yang mendapat atensi publik seperti kasus Novel. Penyelesaian kasus Novel, jelas Tito, adalah utang kepolisian.

"Usaha kita 25 persen, tetapi 75 persen adalah Tuhan Yang Maha Kuasa. Mudah-mudahan Tuhan Yang Maha Kuasa memberi jalan bagi kita supaya kasus ini dapat cepat terungkap. Ini bagi kami jadi utang bagi kepolisian kasus ini," tutupnya.

Hari ini Tito menggelar rapat dengan pimpinan KPK. Rapat membahas kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.

Dalam rapat tertutup itu hadir pula Kabareskrim Komjen Pol Ari Dono Sukmanto, Kapolda Metro Jaya irjen Pol M. Iriawan, dan Ditreskrimum Polda Metro Jaya  AKBP Aris Supriyono. Dalam jumpa pers, Kapolri menyebut ada saksi kunci yang telah dimintai keterangan. Siapa dia? Tito merahasiakan.

"Ada progres penting. Ada saksi yang kita duga melihat waktu kejadian, tapi tidak kami sebutkan namanya," kata Tito di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin 19 Juni 2017.


(YDH)