Pembubaran HTI, Sinyal Pemerintah tak Toleransi Ormas Anti-Pancasila

Dheri Agriesta    •    Kamis, 18 May 2017 05:15 WIB
pembubaran hti
Pembubaran HTI, Sinyal Pemerintah tak Toleransi Ormas Anti-Pancasila
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin--Metrotvnews.com/Dheri Agriesta

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin mengungkapkan alasan pemerintah menyatakan sikap untuk membubarkan organisasi kemasyarakatan (ormas) Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Kata dia, pemerintah harus memberi sinyal kepada masyarakat.

Pemerintah tak akan serampangan membubarkan ormas. Pemerintah akan menempuh langkah hukum untuk melakukannya.

"Sembari kita siapkan (langkah hukum), pemerintah harus memberikan sinyal kepada warga bahwa pemerintah tidak mentolerir ormas apapun yang bertentangan dengan ajaran Pancasila dan NKRI," kata Lukman di Monumen Kebangkitan Nasional, Jalan Abdurahman Saleh, Senen, Jakarta Pusat, Rabu 17 Mei 2017.

Lukman mengatakan, pemerintah menghargai kebebasan berpendapat. Tapi, aktivitas HTI dinilai tak lagi sejalan dengan NKRI. Apalagi, HTI tak sekadar berdakwah, tapi juga menjadi gerakan politik.

Menag bahkan pernah berdialog dengan HTI pada Desember tahun lalu. Pembicaraan saat itu menyangkut aktivitas HTI yang telah mengarah sebagai gerakan politik.

"Silakan berdakwah tapi jangan menyinggung sendi negara," kata dia.

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto memutus nasib HTI. Wiranto mengatakan, pemerintah membubarkan ormas ini setelah melalui berbagai pertimbangan.

Wiranto mendapatkan arahan langsung dari Presiden Joko Widodo untuk menindaklanjuti ormas yang berlawanan dengan Pancasila dan Undang-undang 1945. Pengkajian mendalam dilakukan dengan memanggil Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly, dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Setelah mempelajari ribuan ormas yang terdaftar, Pemerintah pun memutuskan untuk membubarkan satu ormas yang dinilai tak sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945.

"Pemerintah mengambil langkah tegas dengan membubarkan HTI," kata Wiranto saat konferensi pers di Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin 8 Mei 2017.


(REN)