Sjamsul dan Istri Berpeluang jadi Tersangka

Juven Martua Sitompul    •    Rabu, 10 Oct 2018 12:09 WIB
kasus blbi
Sjamsul dan Istri Berpeluang jadi Tersangka
Juru bicara KPK Febri Diansyah - MI/Rommy Pujianto.

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamini pemegang saham Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) Sjamsul Nursalim dan istrinya, Itjih Nursalim berpeluang besar jadi tersangka baru dalam pengembangan kasus korupsi penerbitan SKL BLBI. Sjamsul dan Itjih merupakan salah satu pihak yang diuntungkan dalam kasus ini.

"Karena namanya juga muncul di sana dan kita tahu dengan kerugian keuangan negara Rp4,58 triliun itu juga terkait dengan beberapa keuntungan-keuntungan yang diduga didapatkan oleh BDNI ataupun Sjamsul Nursalim pada saat itu," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Rabu, 10 Oktober 2018.

Febri mengaku pihaknya membuka penyelidikan baru terkait kasus korupsi penerbitan SKL BLBI ini. Terlebih, majelis hakim telah memutus Kepala BPPN Syafruddin Arsyad Temenggung bersalah.

"Makanya ketika sudah ada putusan pengadilan kami analisis bagaimana pertimbangan Hakim di sana," ujarnya.

Dia mengingatkan agar Sjamsul dan Itjih bersikap kooperatif memenuhi panggilan penyidik KPK. Pasangan suami istri ini sebaiknya memberikan penjelasan sesuai hukum yang berlaku.

(Baca juga: Sjamsul dan Istri Berpeluang Diperiksa di Singapura)

"Yang pasti KPK konsen karena kasus ini dugaan kerugian negaranya sangat besar dibanding kasus yang lainnya, yang juga sedang kami tangani saat ini," pungkas dia. 

Majelis hakim tipikor Jakarta telah menjatuhkan hukuman 13 tahun penjara terhadap Syafruddin Arsyad Temenggung. Dia juga dihukum berupa denda Rp700 juta subsidair tiga bulan kurungan.

Majelis hakim meyakini Syafruddin terbukti bersalah melawan hukum. Syafruddin dianggap telah melakukan penghapusbukuan secara sepihak terhadap utang pemilik saham Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) tahun 2004.

Dalam analisis yuridis, hakim juga berpandangan bahwa Syafruddin telah menandatangi surat pemenuhan kewajiban membayar utang terhadap obligor BDNI, Sjamsul Nursalim. Padahal, Sjamsul belum membayar kekurangan aset para petambak.

Syafruddin juga terbukti telah menerbitkan SKL BLBI kepada Sjamsul Nursalim. Penerbitan SKL BLBI itu menyebabkan negara kehilangan hak untuk menagih utang Sjamsul sebesar Rp4,58 triliun.




(REN)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

6 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA