Idrus Ngotot Golkar Bersih dari PLTU Riau-I

Sunnaholomi Halakrispen    •    Kamis, 08 Nov 2018 14:32 WIB
ott kpkKorupsi PLTU Riau-1
Idrus Ngotot Golkar Bersih dari PLTU Riau-I
Idrus Marham/MI/Rommy Pujianto

Jakarta: Eks Sekjen Partai Golkar Idrus ngotot Golkar bersih dari kasus suap proyek PLTU Riau-1. Sebab itu, dia tak habis tanya mengapa Eni Maulani Saragih, bekas anak buahnya di Fraksi Golkar, sampai menyebut ada aliran dana dari proyek itu untuk Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Golkar.

"Enggak ada," kata Idrus usai memenuhi panggilan penyidik di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis, 8 November 2018.

Keterangan Idrus ini sekaligus bantahan terhadap pengakuan Eni. Saat dihadirkan sebagai saksi di persidangan Johannes Budisutrisno Kotjo, Eni mengaku pernah memberikan uang suap dari Bos Blackgold kepada Idrus.

Idrus juga berkilah ketika ditanyakan soal restu Partai Golkar soal pengawalan proryek tersebut. Golkar, tegas dia, tak berandil dalam suap proyek bernilai US$900 juta itu. "Golkar tidak pernah merestui siapa pun."

Baca: Pelicin dari Blackgold Selalu Dilaporkan kepada Idrus Marham

KPK menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan suap proyek pembangunan PLTU Riau-I. Ketiga tersangka itu ialah bos Blackgold Natural Recourses Limited Johannes Budisutrisno Kotjo, eks Wakil Ketua Komisi VII EniMaulani Saragih, serta eks Menteri Sosial Idrus Marham.

Eni diduga kuat menerima hadiah atau janji dari Kotjo. Eni diduga menerima uang Rp6,25 miliar dari Kotjo untuk memuluskan Blakcgold sebagai penggarap proyek milik PLN tersebut. Penyerahan uang ke Eni dilakukan bertahap. Pemberian pertama pada November-Desember 2017 sekitar Rp4 miliar. Kedua, pada Maret-Juni 2018 sekitar Rp2,25 miliar.

Baca: Ada Aliran Suap PLTU Riau-I Untuk Munaslub Golkar

Pada proses pengembangan kasus, KPK menetapkan Idrus sebagai tersangka. Idrus diduga dijanjikan mendapat bagian yang sama besar dari jatah Eni, USD1,5 juta, jika Proyek PLTU Riau-I berhasil dllaksanakan Kotjo dan kawan-kawan.

Idrus juga diduga mengetahui dan memiliki andil atas jatah atau fee yang diterima Eni. Dia juga disinyalir mendorong proses penandatangan Purchase Power Agreement (PPA) atau jual beli dalam proyek pembangunan PLTU mulut tambang Riau-I itu.


(OJE)