Rekaman Teror Pembakaran Mobil di Semarang Dibedah

Dian Ihsan Siregar    •    Selasa, 12 Feb 2019 17:03 WIB
pembakaran motor
Rekaman Teror Pembakaran Mobil di Semarang Dibedah
Bom molotov. Ilustrasi: Medcom.id/Mohammad Rizal.

Jakarta: Isi rekaman televisi sirkuit tertutup (CCTV) pembakaran kendaraan di Semarang, Jawa Tengah, mulai dibedah. Penebar teror kasus yang beberapa hari ini menghebohkan warga Jawa Tengah itu juga sedang diburu.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, tim forensik sudah mendapatkan gambaran teror pembakaran mobil di Semarang. Selain lewat CCTV, jejak pola peneror juga tergambar di 27 tempat kejadian perkara (TKP).

,"(TKP) tersebar di Semarang dan Grobogan," kata Dedi di Gedung Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta, Selasa, 12 Februari 2019.

Menurut dia, kepolisian juga sedang mencari jejak-jejak yang ditinggalkan pelaku sesudah kejadian. Hasil penelusuran sementara, kata dia, peneror mempunyai motif dan pola yang sama. Para pelaku diduga masih satu kelompok. 

"Indikasi mengarah sana. Pola dan kelompok yang sama," sebut dia.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen M Iqbal menyatakan teror pembakaran kendaraan di Jateng dilakukan kelompok kecil. Para pelaku diduga memang ingin menebar ketakutan kepada masyarakat.

Baca: Kepala Daerah se-Jateng Diminta Waspada Teror Pembakaran

"Ada beberapa petunjuk karena hampir semua korban yang memiliki kendaraan bermotor tidak memiliki masalah. Tidak ada hubungan pribadi maupun lainnya," ujar Iqbal.

Iqbal mengaku kepolisian akan terus mengejar aksi teror ini. Setidaknya, polisi sudah membentuk tim khusus yang datang dari Bareskrim Polri, Densus 88, Badan Intelijen Negara (BIN), dan Polda Jawa Tengah (Jateng).

"Kasus ini harus diungkap, kalau tidak, akan terus menimbulkan keresahan yang berdampak ke masyarakat," jelas dia.


(OGI)

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

1 month Ago

KPK memanggil Sekretaris Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Neg…

BERITA LAINNYA