Bawaslu tak Persoalkan Caleg dari HTI dan FPI

Ilham wibowo    •    Selasa, 13 Mar 2018 13:47 WIB
pilpres 2019pemilu serentak 2019
Bawaslu tak Persoalkan Caleg dari HTI dan FPI
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI

Jakarta: Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI tak mempersoalkan rencana partai politik merekrut calon legislator (caleg) dari kalangan eks kader Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan Front Pembela Islam (FPI) di Pemilu 2019. Namun, calon tersebut perlu menyatakan diri sebagai warga negara Indoneisa. 

"Silakan selama (Caleg) masih mengakui Negara Kesatuan Republik Indonesia  dan UUD 1945, enggak ada masalah," ujar Komisioner Bawaslu RI Rahmat Bagja di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa, 13 Maret 2018. 

Pengakuan itu, kata dia, menjadi syarat mutlak sebagai caleg di Pemilu 2019. Tak hanya mantan anggota HTI, pengakuan pun perlu diberikan termasuk kepada kader organisasi terlarang lainnya yang kembali mengakui NKRI.  

(Baca juga: PBB Bengkulu akan Rekrut Caleg dari HTI dan FPI)

"Misalnya eks PKI, mau (mencalonkan diri) boleh tidak ada masalah, selama dia sudah setia kepada NKRI masih punya kesempatan. Toh organisasinya yang dilarang dan pemahamannya, mereka mengakui salah dan mereka mengaku setia terhadap negara," ungkap Bagja. 

Sebelumnya, Partai Bulan Bintang (PBB) Provinsi Bengkulu mulai merekrut calon legislator setelah ditetapkan menjadi salah satu parpol peserta Pemilu 2019. Calon legislator yang direkrut termasuk dari kalangan eks kader Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan Front Pembela Islam (FPI). 

Ketua Dewan Perwakilan Wilayah PBB Provinsi Bengkulu, Mohc Inroji, menyebutkan parpol membuka kesempatan untuk masyarakat yang ingin menjadi legislator melalui PBB. Termasuk dari organisasi kemasyarakatan.  

"Kader-kader organisasi masyarakat ini yang ingin mengabdikan diri di parlemen, akan maju lewat PBB," ujar Inroji.




(REN)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

5 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA