Gamawan Sesalkan Audit BPKP terkait Proyek KTP-el

Juven Martua Sitompul    •    Senin, 09 Oct 2017 16:36 WIB
korupsi e-ktp
Gamawan Sesalkan Audit BPKP terkait Proyek KTP-el
Mantan Mendagri Gamawan Fauzi - ANT/RENO ESNIR

Metrotvnews.com, Jakarta: Mantan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi menyesalkan proses audit yang dilakukan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Dalam audit itu BPKP tak menyebutkan adanya penggelembungan anggaran atau mark up dalam proyek pengadaan KTP elektronik (KTP-el).

"Itu lah yang saya sesalkan sekarang, kenapa dulu tidak ada laporan mark up. Padahal, dua kali diaudit BPKP," kata Gamawan saat bersaksi untuk terdakwa pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong dalam perkara korupsi KTP-el di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin 9 Oktober 2017.

Gamawan mengungkapkan, BPKP melakukan audit dalam dua hal. Pertama, audit harga perkiraan sendiri (HPS) dan kedua, audit mengenai proses tender atau pelelangan.

Selain BPKP, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) juga melakukan audit pemeriksaan dengan tujuan tertentu (PDTT). Bahkan audit itu dilakukan sebanyak tiga kali.

"Diperiksa BPK tiga kali gak ada menyatakan ada KKN (korupsi, kolusi, nepotisme). Lalu ada laporan persaingan usaha, persekongkolan, sampai menang inkracht tidak ada bukti persekongkolan," ujar Gamawan.

Gamawan mengaku tidak tahu ada penyimpangan dalam pengadaan proyek KTP-el. Menurut dia, jika sejak awal mengetahui adanya mark up, proyek senilai Rp5,9 triliun itu akan dihentikan.

Jaksa KPK sebelumnya mendakwa Andi Narogong telah merugikan negara sebesar Rp2,3 triliun dalam proyek KTP-el. Andi diduga ikut terlibat dalam pemberian suap terkait proses penganggaran proyek KTP-el di DPR RI untuk tahun anggaran 2011-2013.

Tak hanya itu, jaksa KPK juga menganggap Andi berperan dalam mengarahkan dan memenangkan Konsorsium PNRI menjadi pelaksana proyek pengadaan KTP-el. Andi diduga mengatur pengadaan dalam proyek KTP-el.
 


(REN)

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

2 hours Ago

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) berpendapat hilangnya sejumlah nama politisi yang seb…

BERITA LAINNYA