GNPF MUI Sepakati Aksi 2 Desember Hanya Gelar Sajadah

Ilham wibowo    •    Senin, 28 Nov 2016 15:35 WIB
unjuk rasa
GNPF MUI Sepakati Aksi 2 Desember Hanya Gelar Sajadah
Imam Besar FPI Habib Rizieq/ANT/Puspa Perwitasari

Metrotvnews.com, Jakarta: Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Majelis Ulama Indonesia MUI (MUI) sepakat hanya menggelar aksi 2 Desember (212) di Monas, Jakarta Pusat. Dewan Pembina GNPF MUI Rizieq Shihab mengaku belajar dari aksi 4 November. Ketika memasuki waktu salat Jumat, terjadi penyempitan di ruas jalan protokol di Ibu Kota.

Rizieq juga mengamini banyaknya massa turut membahayakan peserta aksi. Itu pula yang mendasari pihaknya memutuskan aksi dilaksanakan di satu lokasi.

"Karena gonjang-ganjing mau ada makar, mau ada kerusuhan, kita gelar sajadah saja (di Monas)," kata Rizieq di Kantor MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Senin (28/11/2016).

Menurut Rizieq, peserta yang hadir di Monas akan tetap berorasi menuntut penahanan tersangka dugaan penistaan agama oleh Gubernur nonaktif  DKI Jakarta Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama. Selain itu, peserta juga akan mendengarkan ceramah ulama GNPF MUI.

"Kalau sudah duduk zikir tidak ada yg intervensi. Kita imbau umat bawa sajadah," ujar dia.

Rizieq mengatakan, pihaknya mengapresiasi kesepakatan bersama Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Ia menyebut pemerintah beritikad baik dalam mengakomodasi hak masyarakat.

"Kita berterima kasih kepada MUI yang mengomunikasikan, mendengar dengan jernih argumentasi masing-masing. Melalui dialog, masing-masing pihak punya itikad baik," ucap dia.

Demonstrasi 2 Desember (212) yang bertajuk 'Aksi Bela Islam 3' bakal bergeser dari lokasi semula, di Jalan MH Thamrin dan Jalan Jederal Sudirman.

"Kita capai kesepakatan di Monas. Acara digelar pukul 08.00 WIB sampai pukul 13.00 WIB. Kegiatan keagaman zikir, tausiah, doa dan salat Jumat," kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Kantor MUI, Jakarta Pusat, Senin (28/11/2016).

Jenderal bintang empat ini memastikan tak akan ada pihak yang dirugikan dengan demonstrasi 2 Desember. Aksi dipastikan tak mengganggu fasilitas umum.

"Kami berterima kasih. Ini tidak melanggar hukum. Saya yakin dengan kehadiran saudara-saudara kita pasti didengar banyak pihak dan dilihat banyak pihak," terang mantan Kapolda Metro Jaya itu.

Polri berjanji membantu pelaksanaan aksi. Keselamatan warga menjadi prioritas utama.

Polisi akan mengatur lokasi parkir dan mengakomodasi panggung zikir serta speaker. Petugas juga akan menyediakan tempat wudhu dan toilet.

"Kami berharap kegiatan ini tertib. Mendekatkan diri kepada Allah SWT," ujar dia.


(OJE)