Diwarnai Penolakan Saksi oleh Hakim, Sidang Kasus Mirna Dilanjutkan Besok

Arga sumantri    •    Rabu, 21 Sep 2016 23:08 WIB
kematian mirna
Diwarnai Penolakan Saksi oleh Hakim, Sidang Kasus Mirna Dilanjutkan Besok
Terdakwa kasus dugaan pembunuhan Wayan Mirna Solihin, Jessica Kumala Wongso, bersiap mengikuti sidang di PN Jakpus, Senin (19/9/2016) -- MI/Bary Fathahilah

Metrotvnews.com, Jakarta: Sidang kasus kematian Wayan Mirna bakal dilanjutkan besok, Kamis, 22 September. Agenda sidang masih mendengarkan keterangan saksi yang dihadirkan tim kuasa hukum terdakwa Jessica Kumala Wongso.

Hakim Ketua Kisworo memutuskan menunda sidang setelah tim penasihat hukum Jessica memastikan tidak ada saksi lainnya yang bakal dihadirkan pada sidang hari ini. Tadinya, usai diskors sekira pukul 18.30 WIB, majelis hakim kembali membuka sidang pada 19.40 WIB.

Saat dibuka, Yudi Wibowo Sukinto, pengacara Jessica, menyatakan bakal mengajukan satu saksi ahli, yakni Pakar Forensik Digital Rismon Sianipar. Tapi, Majelis Hakim menolak lantaran Rismon sudah pernah memberi kesaksiannya.

"Dikhawatirkan ada pengulangan, jadi Majelis sepakat ahli tidak memberikan keterangan lagi. Silakan, kalau ada saksi lain yang mau dihadirkan," kata Kisworo di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (21/9/2016).

Yudi lantas meminta kepada majelis hakim untuk kembali menunda sidang sekitar 20 menit. "Kami sedang coba hubungi ahli pidana yang mulia," kata Yudi.

Kiworo pun mengamini, sidang pun kembali ditunda. Sekitar pukul 20.18 WIB, majelis hakim kembali membuka sidang. Kubu Jessica kembali ditanya apakah jadi menghadirkan saksi ahli yang lain.

"Sepertinya dilanjutkan besok saja yang mulia," kata Yudi.

Kisworo kemudian mengetuk palu dan menutup sidang ke-23 kasus Mirna. Sidang bakal kembali dilanjutkan besok yang dijadwalkan berlangsung mulai pukul 09.00 WIB.

"Kepada jaksa penuntut umum diperintahkan menghadirkan terdakwa besok, jam 09.00 WIB," pungkas Kisworo.

Batalnya saksi lainnya dihadirkan kubu Jessica membuat sidang ke-23 kasus Mirna hanya memeriksa satu saksi ahli. Michael Robertson, menjadi saksi ahli farmakologi dan toksikologi dari Australia yang memberikan keterangan. Dia merupakan alumni Universitas Monash, Australia.

Beberapa pendapat dikemukakan Robertson di muka persidangan. Salah satunya, dia meragukan Mirna meninggal lantaran sianida. 

Laporan hasil pemeriksaan forensik yang tercantum dalam berkas perkara yang dia dapat, menunjukkan kalau hanya ada 0,2 miligram sianida di lambung Mirna. Kadar itu, menurut dia, terlalu kecil untuk memvonis seseorang meninggal akibat sianida.

Belum lagi, laporan hasil pemeriksaan tim forensik juga menyebutkan kalau sampel cairan lambung Mirna negatif sianida. Padahal, cairan lambung Mirna itu diperiksa sekitar 70 menit setelah Mirna meregang nyawa.

Diketahui, Mirna meregang nyawa usai menyeruput es kopi Vietnam di Kafe Olivier. Kopi itu dipesan oleh Jessica.

Jessica pun jadi terdakwa tunggal kasus kematian Mirna. Jaksa mendakwa Jessica dengan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana. Rekan Mirna di Billyblue College itu terancam hukuman mati.


(OGI)

Video /