Pejabat Bakamla Penerima Suap Divonis Hari Ini

Ilham wibowo    •    Senin, 17 Jul 2017 05:31 WIB
suap di bakamla
Pejabat Bakamla Penerima Suap Divonis Hari Ini
erdakwa kasus suap pengadaan alat monitoring satelit di Badan Keamanan Laut (Bakamla) Eko Susilo Hadi. Foto: MI/Arya Manggala

Metrotvnews.com, Jakarta: Deputi Informasi, Hukum, dan Kerja Sama Badan Keamanan Laut (Bakamla) Eko Susilo Hadi dijadwalkan menjalani sidang putusan hari ini, Senin 17 Juli 2017. Eko merupakan salah seorang pejabat Bakamla yang didakwa menerima suap dalam kasus dugaan korupsi pengadaan satelit monitoring di Bakamla.

Eko dituntut Jaksa KPK pidana penjara 5 tahun penjara dan denda sebesar Rp250 juta subsidair tiga bulan kurungan pada Senin 12 Juni 2017. Dia dinilai Jaksa Penuntut ikut menikmati uang haram sebesar Rp2 miliar yang diberikan oleh Fahmi Darmawansyah, pemilik PT Melati Technofo Indonesia yang mengerjakan tender satelit.

Klik: Pejabat Bakamla Dituntut Lima Tahun Penjara

berdasarkan fakta-fakta hukum, uang suap yang diterima Eko Susilo Hadi berawal dari adanya arahan dari Kepala Bakamla Ari Soedewo. Ari menyampaikan soal jatah 15% dari nilai kontrak pengadaan satelit monitoring yang dimenangkan PT Melati Technofo Indonesia.

Ari juga menginstruksikan agar Eko membagikan uang tersebut kepada Kepala Biro Perencanaan Organisasi Bakamla Nofel Hasan dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bambang Udoyo sebesar Rp1 miliar. Sedangkan jatahnya sebesar Rp2 miliar.

Uang diterima Eko beberapa kali dari pihak Fahmi melalui anak buahnya, Muhammad Adami Okta dan Hardi Stefanus. Dia dinilai Jksa telah terbukti menerima USD10.000, 10 ribu Euro, SGD100.000, dan USD78.500.

Dalam perkara ini Eko mengajukan diri sebagai justice collaborator dalam surat tertanggal 20 Januari 2017, dan telah diterima KPK pada 23 Januari 2017. Dia juga mengembalikan senilai Rp2 miliar yang diterima.

Baca: Eko Susilo Hadi Berharap Permohonan Justice Collaborator Diterima

 


(SUR)