Kompolnas: Polisi Jangan Takut Menembak

   •    Jumat, 28 Apr 2017 01:45 WIB
penembakan di lubuklinggau
Kompolnas: Polisi Jangan Takut Menembak
Ilustrasi

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Bekto Suprapto turut menanggapi beberapa peristiwa salah tembak yang dilakukan anggota kepolisian. Menurut dia kejadian itu jangan membuat polisi takut melontarkan timah panas.

Namun yang harus digarisbawahi perlu pemahaman mendalam dari setiap personil polisi. Maksudnya yakni memahami situasi, apakah tindakan menembak diperlukan atau tidak.

"Yang penting bagi polisi jangan takut nembak, tapi harus kuasai betul kapan boleh nembak, kapan tidak boleh " kata Bekto saat diskusi di kawasan Blok M, Jakarta, Kamis 27 April 2017.

Prinsipnya polisi jangan takut tetapi paham situasi, karena dampaknya pada akurasi memutuskan tindakan. Jika takut, mereka dipastikan lambat bereaksi terhadap permasalahan, sehingga akan membahayakan diri sendiri dan masyarakat.

Bekto menyebut pemahaman itu tak muncul dengan sendirinya, personil perlu latihan. Faktanya menurut dia saat ini banyak aparat penegak hukum kurang dibekali keterampilan menggunakan senjata api.

Contohnya Brigadir K, anggota Polres Lubuklinggau yang menembaki mobil berisi satu keluarga yang kabur saat razia. "Brigadir K terakhir berlatih menembak dengan senjata yang sama pada 2008, saat dia sekolah," ujar Bekto.

Harusnya Polri menyediakan arena latihan menembak di setiap kantor unit dan merutinkan pendidikan di sana. Satu kali dalam tiga bulan disebut Bekto merupakan waktu yang pas untuk latihan menembak.

Sementara ketika dicek ke Polri, kurangnya ketersediaan peluru menjadi alasan minimnya latihan. Sehingga perlu ada evaluasi terkait hal ini karena dampaknya bisa fatal dan masif.

"Mereka kurang dapat porsi latihan kapan harus menembak," jelas Bekto. (Adin Azhar)
 


(SCI)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

5 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA