Tampung Pengaduan Korban First Travel, Kemenag Bakal Bentuk Crisis Center

Arga sumantri    •    Sabtu, 12 Aug 2017 19:17 WIB
ibadah umrah
Tampung Pengaduan Korban First Travel, Kemenag Bakal Bentuk <i>Crisis Center</i>
Jemaah First Travel. MTVN/ Suci Sedya Utami

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Agama (Kemenag) berencana membentuk crisis center dalam penuntasan kasus biro travel umrah First Travel. Wadah itu layaknya posko pengaduan bagi para korban First Travel.

Kepala Pusat Informasi Kemenag Mastuki HS mengatakan crisis center ini bakal melibatkan sejumlah pihak. Misalnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga Bareskrim Polri.

"Rencananya kita ketemu Selasa (14 Agustus 2017) untuk mematangkan crisis center ini," kata Mastuki di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu 12 Agustus 2017.

Menurut Mastuki, ada masukan agar Kemenag segera membentuk posko pengaduan di berbagai wilayah. Sebab, korban First Travel bukan hanya ada di Jakarta.

"Jemaah itu tersebar di berbagai lokasi. Karena kita juga memiliki struktur kementerian tingkat wilayah," ujar dia.

Mastuki mengatakan, crisis center ini baru sebatas wacana. Ia pun belum bisa membeberkan pola kerja crisis center.

Sebelumnya, Badan Reserse Kriminal Polri menangkap pemilik penyedia jasa umrah First Travel atas nama Andika Surachman dan Anniesa Desvitasari Hasibuan. Suami-istri itu ditangkap karena diduga menipu calon jemaah umrah.

Kedua tersangka ditangkap di kompleks perkantoran Kementerian Agama RI pada Rabu 8 Agustus 2017 pukul 14.00 WIB. Keduanya dijerat Pasal 55 jo Pasal 378 dan Pasal 372 KUHP, serta UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Pemilik First Travel dilaporkan ke Bareskrim pada Jumat 4 Agustus 2017. Pelapor yang terdiri dari agen dan calon jemaah mengaku kecewa karena First Travel tak kunjung memastikan tanggal keberangkatan ke Tanah Suci. Padahal, mereka telah melunasi pembayaran perjalanan ibadah umrah ke First Travel sejak 2015.


(SCI)