Pelajar SMA Jakarta 'Diobral' Via Line

Siti Yona Hukmana    •    Selasa, 05 Feb 2019 10:50 WIB
prostitusi online
Pelajar SMA Jakarta 'Diobral' Via Line
Perdagangan manusia. Ilustrasi: Medcom.id/Syahmaidar.

Jakarta: Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Edi Suranta Sitepu menyebut bisnis haram prostitusi daring via Line melibatkan pelajar SMA sebagai korban. RM, 23, salah satu pelaku 'mengobral' tubuh korban kepada para hidung belang.

"Dia (RM) memberikan fasilitas berhubungan badan secara live. Pemerannya adalah talent yang merupakan anggota di grup, sementara kliennya ditentukan oleh talent itu. Yang membuat miris adalah ada talent yang masih pelajar di salah satu SMA di Jakarta," kata Edi saat dikonfirmasi, Selasa, 5 Februari 2019

Edi mengatakan polisi sudah memintai keterangan sang pelajar SMA itu. Dari pengakuannya, prostitusi daring ini ternyata juga menyediakan layanan booking out (BO) untuk berhubungan seksual di suatu tempat dengan pengorder. 

Menurut dia, proses BO itu harus dengan persetujuan RM sebagai admin grup atau penyedia jasa. RM akan menawarkan fasilitas BO kepada anggota grupnya. 

"Proses ketika akan di-booking out, si talent akan menyampaikan ke admin kalau dia bersedia untuk di-booking out. Kemudian, admin mengumumkan di grup bagi anggota yang bersedia akan diatur pertemuannya," jelas Edi. 

Anggota dalam grup Line itu kurang lebih ada 400 orang. Edi menyebut para anggota grup akan diselidiki. "Kami akan melakukan penyidikan lebih lanjut kepada anggota yang tergabung dalam grup termasuk talent-talent-nya juga," ucap dia.

Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Barat menangkap lima tersangka terkait penyedia jasa prostitusi online menggunakan grup Line dengan nama "Show Time". SH, 23, diringkus di Pamulang dan ZJ, 23, di Tangerang Selatan pada Jumat, 18 Januari 2019.

Baca: Prostitusi Online di Line Tersingkap
 
Tiga tersangka lainnya diamankan di tiga tempat berbeda. WN di Ciputat, HAM di Tangerang, dan RM Cempaka Putih pada Selasa, 22 Januari 2019.
 
Mereka diketahui mengendalikan grup prostitusi daring dengan fasilitas yang berbeda-beda. Ada grup yang menyediakan fasilitas video call seksual, phone sex, dan live show. Ada juga grup yang menyediakan fasilitas live streaming hubungan seksual. 
 
Kelima tersangka dijerat Pasal 45 ayat (1) juncto Pasal 27 ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Mereka terancam hukuman penjara 10 tahun.





(OGI)

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

3 weeks Ago

KPK memanggil Sekretaris Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Neg…

BERITA LAINNYA