KPK Tahan Eks Bupati Malang

Juven Martua Sitompul    •    Rabu, 07 Nov 2018 20:57 WIB
kasus suap
KPK Tahan Eks Bupati Malang
mantan Wakil Bupati Malang Ahmad Subhan saat keluar dari lobi KPK. Medcom.id/ Juven

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan mantan Wakil Bupati Malang Ahmad Subhan. Penahanan dilakukan usai Subhan ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap.

Suap tersebut terkait pengurusan izin prinsip pemanfaatan ruang (IPPR) dan izin mendirikan bangunan (IMB) pembangunan menara telekomunikasi di Kabupaten Mojokerto tahun 2015.

Pantauan di lokasi, Subhan yang mengenakan rompi tahanan terlihat turun dari ruang penyidik sekitar pukul 19.30 WIB. Subhan tidak banyak berkomentar soal penetapannya sebagai tersangka, termasuk penahanan.

"Enggak ada, sudah ditetapkan (sebagai tersangka)," kata Subhan singkat, di Gedung KPK, Jakarta, Rabu, 7 November 2018.

Direktur PT Sumawijaya, Achmad Suhawi yang juga ditetapkan sebagai tersangka menyusul keluar dari lobi KPK. Dia juga bungkam dan buru-buru masuk ke dalam mobil tahanan yang sama dengan Subhan.

Setelah mobil tahanan yang membawa kedua tersangka meninggalkan KPK, ketiga tersangka lainnya keluar dari lobi. Mereka yakni Permit and Regulatory Division Head PT Tower Bersama Infrastructure (Tower Bersama Group) Ockyanto, Direktur Operasi PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) Onggo Wijaya, dan Nabiel Titawano.

Ketiganya juga menolak berkomentar. Mereka langsung masuk ke dalam mobil tahanan.

Juru bicara KPK Febri Diansyah menyatakan kelima tersangka tersebut ditahan di lokasi yang berbeda. Subhan dan Nabiel di Rumah Tahanan (Rutan) KPK.

Kemudian, Ockyanto ditahan di Rutan Polres Jakarta Pusat, Onggo Wijaya di Rutan Polda Metro Jaya. Sementara Suhawi di tahan di Rutan Cipinang Jakarta Timur. 

"Mereka ditahan untuk 20 hari pertama demi kepentingan penyidikan," kata Febri saat dikonfirmasi.

KPK sebelumnya menetapkan Bupati Mojokerto nonaktif Mustofa Kamal Pasa sebagai tersangka dalam dua sangkaan. Pertama dugaan suap terkait izin pembangunan menara telekomunikasi di Kabupaten Mojokerto pada 2015 dan kedua gratifikasi.

Selain Mustofa, penyidik juga menetapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Mojokerto, Zainal Abidin; Permit and Regulatory Division Head PT Tower Besama Group, Ockyanto; dan Direktur Operasi PT Protelindo, Onggo Wijaya sebagai tersangka.

Dalam pengembangan kasus, KPK kembali menetapkan mantan Wakil Bupati Malang Ahmad Subhan sebagai tersangka. Subhan ditetapkan sebagai tersangka bersama Direktur PT Sumawijaya, Achmad Suhawi; dan satu pihak swasta Nabiel Titawano.


(SCI)