Bareskrim Polri Selidiki Pungli oleh Kapolres Kediri

Dian Ihsan Siregar    •    Kamis, 23 Aug 2018 15:13 WIB
pungli
Bareskrim Polri Selidiki Pungli oleh Kapolres Kediri
Ilustrasi pungli - Medcom.id

Jakarta: Kabareskrim Polri Irjen Arief Sulistyant‎o memastikan pihaknya tengah menyelidiki dugaan pungutan liar yang melibatkan Kapolres Kediri AKBP Erick Hermawan. Saat ini penyelidikan masih berlangsung. 

"Iya akan kami lakukan (penyelidikan). Ini sudah berkali-kali diingatkan, kami semua pernah jadi Kapolres, kami tidak lakukan itu (pungli). Makanya kami kaget," kata Arief di Mabes Polri, Jakarta, Kamis, 23 Agustus 2018.

Saat ini, kata Arief, pihaknya masih menunggu laporan lengkap dari ‎tim sapu bersih pungutan liar (saber pungli). "Saya masih tunggu Saber Pungli untuk melaporkan semua hasilnya kepada kita," imbuh dia.

Dia mengatakan telah memerintahkan semua jajarannya untuk bekerja sama dengan tim saber pungli dalam memberantas pelaku korupsi. Arief tak ingin gara-gara pungli membuat nama Polri tidak baik di mata masyarakat. 

Padahal, kepolisia‎n sedang berusaha keras membangun citra baik di masyarakat. "Apalagi, kepolisian sedang membangun kepercayaan masyarakat lewat pelayanan publik yang sangat terbuka dan profesional," tandas dia.

(Baca juga: Terlibat Pungli, Kapolres Kediri Ditangkap)

Tim Satgas Saber Pungli Mabes Polri melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Kapolres Kediri AKBP Erick Hermawan juga terhadap lima calo dan seorang pegawai negeri sipil (PNS) terkait pungutan liar pembuatan SIM di Polres itu.

"Benar, Tim Saber Pungli Mabes Polri yang melakukan," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera di Surabaya, Senin, 20 Agustus 2018.

OTT kepada Kapolres Kediri, bermula dari ditangkapnya lima calo yakni Har, 36; Bud, 43; Dwi, 30; Alex, 40; Yud, 34; pada Sabtu 18 Agustus dan seorang anggota PNS berinisial AN atas laporan dari warga terkait masih adanya
dugaan praktik pungli SIM di Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas) Polres Kediri.

Menurut informasi, setiap pemohon SIM dikenakan biaya di luar Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang bervariasi, mulai dari Rp500 ribu hingga Rp650 ribu per orang (tergantung jenis SIM-nya, red) yang dilakukan oleh anggota Satpas SIM Polres Kediri dengan para calo.




(REN)