Jaksa Farizal 4 Kali Terima Duit Suap

Lukman Diah Sari    •    Rabu, 21 Sep 2016 18:18 WIB
irman gusman ditangkap
Jaksa Farizal 4 Kali Terima Duit Suap
Kapuspenkum Kejaksaan Agung M Rum--Metrotvnews.com/Lukman Diah Sari

Metrotvnews.com, Jakarta: Jaksa Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat Fahrizal menjalani pemeriksaan di internal Kejaksaan Agung. Dari pemeriksaan sementara diketahui Farizal telah empat kali terima duit dari terdakwa Xaveriandy Susanto (XSS). Kemarin Farizal diperiksa KPK.

"Belum final, dia baru terima Rp60 juta dalam empat kali penerimaan," jelas Kapuspenkum Kejaksaan Agung M Rum di Kejagung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (21/9/2016).

Rum belum bisa banyak mengungkap lebih jauh. Dia mengatakan, Kejagung masih mendalami dugaan duit yang diterima Farizal.

Baca: Jaksa Fahrizal Digiring ke KPK dengan Pengawalan Ketat

"Kita lagi periksa. Belum bisa ditentukan alasannya apa. Kita sedang periksa si FZ (Farizal) ini. Kami pemeriksaan internal aja untuk mengetahui sejauh mana FZ melakukan ketentuan yang ada," jelasnya.

Info sementara, ungkap Rum, Farizal memang benar selaku jaksa penuntut umum yang pernah menyidangkan kasus XSS di Pengadilan Negeri Padang. "FZ juga sebagai ketua tim jaksa tapi tidak pernah menghadiri sidang dan tidak informatif kepada anggota tim JPU lainnya," kata dia.

Dia menegaskan, semua keterangan yang didapat masih disusun dan diperiksa kembali. Belum ada detail informasi. Namun dia memastikan, Farizal menikmati duit suap XSS tanpa jaksa lain. "Semuanya sedang kita susun. Tidak melibatkan yang lain, FZ ini sendiri yang menerima uang," jelas Rum.

Baca: Kejagung Bantah Farizal Diperiksa KPK sebagai Tersangka

Pihaknya, kata Rum, masih akan memeriksa sejumlah orang terkait dengan suap yang diduga diterima jaksa-nya tersebut. "Ya banyak. Yang diperiksa kan semua, pemeriksaan internal. Kita mau pastikan apakah oknum ini, SOP apa yang dia langgar," tukasnya.

Hari ini penyidik KPK memeriksa Farizal sebagai tersangka kasus dugaan suap sebesar Rp365 juta, terkait perkara distribusi gula impor tanpa label Standard Nasional Indonesia (SNI).
 
Kepala Biro Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha mengatakan, pemeriksaan ini merupakan penjadwalan ulang yang dilakukan KPK. Sebelumnya Farizal tidak hadir dalam panggilan pertama, Senin 20 September.
 
Sebelumnya, KPK menyelidiki dugaan pemberian uang Xaveriandy pada Jaksa Penuntut Umum Kejari Sumatera Barat Farizal. Pemberian duit terkait kasus penjualan gula oleh CV Rimbun Padi Berjaya tanpa label SNI di Sumbar yang tengah bergulir di Pengadilan Negeri Padang.
 
Dalam proses pengadilan, Xaveriandy yang mantan Direktur CV Rimbun Padi Berjaya diduga membayar Jaksa Farizal buat membantunya dalam persidangan. Farizal diduga menerima duit Rp365 juta dari Xaveriandy.
 
Di tengah penyelidikan perkara ini, KPK mengetahui ada pemberian duit untuk Ketua DPD Irman Gusman. Irman diduga mendapat duit Rp100 juta terkait pengurusan kuota gula impor yang diberikan Bulog pada CV Semesta Berjaya tahun 2016 di Sumbar. Dia diduga memberikan rekomendasi pada CV Semesta Berjaya supaya mendapat jatah.
 
KPK kemudian melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Irman, Sabtu, 17 September. Dia disangka menerima Rp100 juta dari Direktur Utama CV Semesta Berjaya Xaveriandy Sutanto dan istrinya Memi.

KPK kemudian menetapkan Irman, Xaveriandy dan Memi sebagai tersangka. Irman dijerat Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.
 


Sementara itu, Xaveriandy dan Memi selaku pemberi suap dijerat Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13.


(YDH)

Djarot: <i>Please</i> Tinggalkan Kendaraan Pribadimu

Djarot: Please Tinggalkan Kendaraan Pribadimu

1 hour Ago

Menurut Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, menuntaskan permasalahan kemacetan Ib…

BERITA LAINNYA
Video /