Pemecatan Direktur Narkoba Polda Bali Diapresiasi

Fauzan Hilal    •    Rabu, 21 Sep 2016 19:53 WIB
narkoba
Pemecatan Direktur Narkoba Polda Bali Diapresiasi
Direktur Kajian Hukum Indonesia Development Monitoring Dewinta Pringgodani

Metrotvnews.com, Jakarta: Pencopotan sementara Kombes Franky Haryanto dari jabatan Direktur Narkoba Polda Bali diparesiasi sejumlah pihak. Sebab, tindakan Franky yang diduga memangkas anggaran dan melakukan pemerasan dinilai mencoreng citra Polri.

Direktur Kajian Hukum Indonesia Development Monitoring Dewinta Pringgodani mengatakan, kasus yang menjerat Kombes Franky dapat menghancurkan citra Polri dan sepatutnya dihukum berat.
 
“Apa yang dilakukan Franky sangat memalukan, itu dapat merusak citra Polri. Harus dihukum berat, agar yang lain berfikir dua kali untuk melakukan hal serupa,” kata Dewinta dalam keterangan tertulisnya, Rabu (21/9/2016).

Baca: Direktur Narkoba Polda Bali Diduga Memeras

Menurut Dewinta, Polri tidak boleh main-main terhadap anggotanya yang terbukti melakukan penyimpangan. Apalagi Kombes Franky Haryanto adalah Direktur Narkoba yang sudah seharusnya memberantas barang haram itu.
 
"Ini bukti bahwa Polri tidak boleh main-main terhadap anggotanya yang melakukan penyalahgunaan jabatan dan wewenang mereka. Terlebih kaitannya dengan narkotika,” ujar Dewina.
 
Menurut Dewinta, apa yang dilakukan Kombes Franky bertentangan dengan visi Jendral Tito Karnavian dalam mengimplementasikan Nawa Cita di tubuh institusi Polri. “Kelakuan Kombes Franky bertentangan dengan visi Jendral Tito yang disampaikan uji dan kepatutan di komisi III. Sudah sepatutnya dia (Franky) diberhentikan," katanya.

Baca: Kapolri Apresiasi Penangkapan Direktur Narkoba Polda Bali

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, Propam tengah menyelidiki indikasi pelanggaran yang diduga dilakukan Dirnarkoba Polda Bali. Boy memastikan akan ada tindakan hukum yang diambil jika yang bersangkutan terbukti bersalah. "Ini merupakan ranah kewenangan Kapolda," kata Boy.
 
Sebelumnya, Divisi Profesi dan Pengamanan Polri melakukan operasi tangkap tangan terhadap Direktur Narkoba Polda Bali Kombes Franky Haryanto dalam kasus pemotongan anggaran DIPA 2016 dengan barang bukti uang Rp50 juta di dalam lemari penyimpanan. Selain itu, Paminal juga menemukan kasus pemerasan dalam 7 kasus narkoba di bawah 0,5 gram, dengan uang perasan sebesar Rp100 juta.


 


(FZN)

Video /