Pengawas Internal KPK Terus Usut Kasus Email Novel Baswedan

Juven Martua Sitompul    •    Sabtu, 16 Sep 2017 07:54 WIB
novel baswedan
Pengawas Internal KPK Terus Usut Kasus Email Novel Baswedan
Penyidik KPK Novel Baswedan. Foto: ANTARA/Reno Esnir.

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih mendalami kasus surat elektronik penyidik Novel Baswedan kepada Direktur Penyidikan KPK Brigjen Aris Budiman. Dugaan pelanggaran Novel itu masih diperiksa pengawas internal KPK.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengakui, pengawas pernah memeriksa Novel terkait email tersebut. Bahkan, pimpinan KPK sempat melayangkan surat peringatan kedua (SP2) kepada Novel namun dicabut kembali.

"Iya itu dia. Tentang email ini menindak lanjuti sebelumnya sekitar awal tahun sudah pernah diperiksa PI menyusul kemudian turun SP2 buat Novel," kata Saut saat dikonfirmasi, Jakarta, Jumat 15 September 2017.

Baca: Polisi Memastikan Ada Tersangka dari Laporan Aris Budiman

Kendati begitu, Saut mengatakan jika pencabutan SP2 itu tidak serta merta menghentikan langkah pengawas internal mengusut kasus tersebut. Menurutnya, penundaan pemeriksaan pelanggaran Novel bersifat sementara.

Bahkan meruncingnya perseteruan Aris dengan Novel belakangan ini, Saut tak membantah jika pengawas internal akan memulai kembali proses pemeriksaan terhadap penyidik senior tersebut. "Pemeriksaan pengawas internal atas Novel akan dilanjutkan kembali," pungkas Saut.

Perseteruan Aris dengan Novel memang kian meruncing setelah Novel dipolisikan atas tuduhan pencemaran nama baik melalui surat elektronik (email). Novel dianggap telah mendeskriditkan jabatan Aris sebagai Direktur Penyidikan KPK.

Ada tiga materi yang saat ini diperiksa Pengawas Internal KPK. Pertama terkait kehadiran Aris Budiman di rapat dengar pendapat (RDP) Pansus Hak Angket KPK.

Kedua, terkait langkah Aris Budiman yang melaporkan penyidik senior KPK Novel Baswedan ke polisi dengan tuduhan pencemaran nama baik.

Terakhir, terkait kemunculan nama Aris Budiman dalam rekaman pemeriksaan Miryam S Haryani yang diputar di Pengadilan Tipikor Jakarta beberapa waktu lalu.

Baca: Pimpinan KPK Masih Evaluasi Hasil Penelitian Pengawas Internal


(DEN)