Dirut Akui GM Jasa Marga Bermasalah

Juven Martua Sitompul    •    Rabu, 27 Sep 2017 17:25 WIB
suap di bpk
Dirut Akui GM Jasa Marga Bermasalah
Direktur Utama PT Jasa Marga Tbk (Persero) Desi Arryani. Foto: MTVN/Juven

Metrotvnews.com, Jakarta: Direktur Utama PT Jasa Marga Tbk (Persero) Desi Arryani mengakui General Manager nonaktif PT Jasa Marga Tbk cabang Purbaleunyi, Setia Budi, bermasalah. Hal itu diungkapkan Desi setelah dirinya diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
 
Desi mengakui anak buahnya menyuap Auditor Madya Sub Auditoriat VII BPK, Sigit Yugoharto, dengan satu unit Harley Davidson.
 
"Saya sudah melakukan preskon minggu lalu. Jadi memang betul ada GM Jasa Marga bersalah," kata Desi di gedung KPK, Jakarta, Rabu 27 September 2017.
 
Desi enggan berkomentar lebih jauh saat disinggung apakah dirinya mengetahui proses pemberian suap tersebut. Dia hanya menjelaskan, pihaknya mendukung KPK mengungkap praktik suap di instansinya.
 
"Saya sudah bilang Jasa Marga sudah preskon minggu lalu. Terkait BPK kita mendukung KPK," ujarnya.

Baca: Dirut Jasa Marga Dipanggil KPK terkait Suap Auditor BPK

Tak hanya itu, sebagai bentuk dukungan terhadap pemberantasan korupsi, Desi mengklaim sudah memberikan sanksi tegas kepada Setia.
 
"Kami sudah memberikan sanksi pada GM kita itu. Kita akan follow up pemeriksaan ini dan kita lebih detail lagi," pungkasnya.
 
KPK menetapkan Auditor Madya Sub Auditoriat VII BPK Sigit Yugoharto dan General Manager Jasa Marga Cabang Purbaleunyi Setia Budi sebagai tersangka.
 
Sigit ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus dugaan suap dalam Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu (PDTT) terhadap kantor cabang PT Jasa Marga Purbaleunyi. Ia diduga menerima hadiah atau janji berupa motor Harley Davidson Sportster 883 yang harganya ditaksir mencapai Rp115 juta.
 
Motor tersebut diberikan Setia berkaitan dengan pelaksanaan tugas pemeriksaan yang dilakukan oleh tim BPK yang diketuai oleh Sigit terhadap kantor cabang PT Jasa Marga Purbaleunyi.

Baca: KPK Dalami Pembelian Motor Harley Davidson GM PT Jasa Marga Purbaleunyi

Pada 2015 dan 2016 diindikasikan terdapat temuan kelebihan pembayaran terkait pekerjaan pemeliharaan periodik, rekonstruksi jalan, dan pengecekan marka jalan yang tidak sesuai dan tidak dapat diyakini kewajarannya.
 
Atas perbuatannya, Sigit disangkakan Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindakan Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.
 
Sementara itu, sebagai tersangka pemberi suap, Setia Budi disangkakan Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001.




(FZN)

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

3 hours Ago

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) berpendapat hilangnya sejumlah nama politisi yang seb…

BERITA LAINNYA