Perilaku Antikorupsi Meningkat

Media Indonesia    •    Jumat, 16 Jun 2017 08:22 WIB
antikorupsi
Perilaku Antikorupsi Meningkat
KPK meluncurkan aplikasi jaga untuk memonitor sektor-sektor pelayanan publik guna memudahkan komunikasi para pengguna di seluruh Tanah Air. Foto: Antara/Yudhi Mahatma

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat indeks perilaku antikorupsi (IPAK) di Indonesia tahun ini 3,71. Meningkat jika dibandingkan dengan 2015 di angka 3,59. IPAK merupakan gabungan indeks persepsi dan indeks pengalaman.

"Sebetulnya kita cenderung sudah antikorupsi dan angka ini tingkat keantiannya lebih tinggi 0,12 poin daripada 2015. Target kita nanti 4," kata Deputi Bidang Statistik Sosial BPS M. Sairi Hasbullah di Jakarta, kemarin.

Survei IPAK itu dilakukan pada Februari 2017 di 33 provinsi dengan sampel 10 ribu rumah tangga. Survei bukan untuk mengukur perilaku korupsi dalam skala besar (grand corruption), melainkan skala kecil (petty corruption). "Misal urus sesuatu kasih uang pelicin."

Sairi menjelaskan survei merekam persepsi korupsi masyarakat di lingkup keluarga, komunitas, dan publik. Di lingkup keluarga, misalnya, dua dari empat indikator menunjukkan perubahan signifikan pada rentang 2015-2017.

Indikator pertama, persepsi yang menganggap tidak wajar sikap istri yang menerima uang dari suami di luar kelaziman tanpa mempertanyakan asal usul uang. Persepsi itu meningkat dari 52,89% di 2015 menjadi 56,21% di 2017.

Kedua, persepsi yang menganggap tidak wajar orang tua yang mengajak anaknya kampanye pilkada demi mendapat uang lebih, naik dari 64,57% di 2015 menjadi 68,57% di 2017.

Di lingkup publik, dua dari 11 indikator juga mengalami perubahan signifikan. Persepsi yang menganggap tidak wajar perilaku membagikan uang/barang kepada calon pemilih pada pilkades/pilkada dari 59,29% di 2015 menjadi 65,27% di 2017.

Berdasarkan indikator pengalaman yang mencakup 10 layanan publik, beberapa indikator juga mengalami perubahan positif.

Terpisah, Koordinator Divisi Investigasi Indonesia Corruption Watch Febri Hendri mengatakan peningkatan IPAK tersebut mengindikasikan pencegahan korupsi yang dilakukan pemerintah dan penegak hukum khususnya KPK mulai memperlihatkan hasil.




(UWA)