Peserta SOTR Bawa Senjata Tajam Bisa Dikenakan UU Darurat

Suci Sedya Utami    •    Minggu, 18 Jun 2017 13:42 WIB
senjata
Peserta SOTR Bawa Senjata Tajam Bisa Dikenakan UU Darurat
Pihak kepolisian mengamankan senjata tajam dan umbul-umbul bambu dari peserta sahur on the road. Foto: akun twitter @TMCPoldaMetro

Metrotvnews.com, Jakarta: Peserta sahur on the road (SOTR) yang kedapatan membawa senjata tajam, Minggu 18 Juni 2017 dini hari bisa diproses secara hukum. Peserta SOTR bersenjata tajam juga sangat mungkin ditahan.

"Kalau senjata tajam kena UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951. Kalau memang tidak terbukti bisa dipulangkan," Kasubag Humas Polres Jakarta Barat, Kompol Purnomo kepada Metrotvnews.com, di Polres Jakarta Barat, Jalan Letjen S. Parman, Slipi, Jakarta Barat.

Dalam UU Darurat Pasal 2 ayat 1 dikatakan,

'Barang siapa yang tanpa hak memasukkan ke Indonesia, membuat, menerima, mencoba memperolehnya, menyerahkan atau mencoba menyerahkan, menguasai, membawa, mempunyai persediaan padanya atau mempunyai dalam miliknya, menyimpan, mengangkut, menyembunyikan, mempergunakan atau mengeluarkan dari Indonesia sesuatu senjata pemukul, senjata penikam, atau senjata penusuk(slag-, steek-, of stootwapen), dihukum dengan hukuman penjara setinggi-tingginya sepuluh tahun.'


Purnomo mengatakan, lama pengamanan tergantung pengembangan informasi yang dilakukan. "Itu dikembangkan dapat dari mana, kalau tajam pasti kena, buat nodong atau buat apa," jelas dia.

Sebelumnya, Twitter TMC Polda Metro Jaya (@TMCPoldaMetro), sekitar pukul 01.50 WIB, melansir pihak kepolisian menghentikan rombongan peserta SOTR di Jalan Gajah Mada. Polisi mengamankan sejumlah peserta SOTR yang kedapatan membawa senjata tajam di antaranya celurit. Polisi juga menyita umbul-umbul bambu yang dibawa peserta.


(OJE)