Polisi Belum Agendakan Periksa Fahri Hamzah

Deny Irwanto    •    Selasa, 13 Mar 2018 12:07 WIB
pks
Polisi Belum Agendakan Periksa Fahri Hamzah
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono - ANT/Reno Esnir

Jakarta: Polda Metro Jaya belum mengagendakan pemeriksaan terhadap Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. Fahri melaporkan Presiden PKS Sohibul Iman terkait pencemaran nama baik. 

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan saat ini penyidik masih mengkaji laporan yang dibuat Fahri.

"Untuk agenda menunggu Reserse," kata Argo di Polda Metro Jaya, Selasa, 13 Maret 2018. 

Argo mengungkapkan, selain memeriksa Fahri sebagai pelapor, penyidik juga akan memeriksa saksi ahli. Keterangan ahli, lanjut Argo, untuk memperkuat materi yang dilaporkan Fahri. Apakah mengandung pidana atau tidak.

"Nanti akan meminta keterangan atau melakukan klarifikasi kepada Bapak Fahri Hamzah selaku pelapor," jelas Argo.

Laporan Fahri Hamzah terhadap Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman diterima Polda Metro Jaya. Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor: TBL/1265/III/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus.

(Baca juga: Fahri Cabut Laporan bila Sohibul Mundur)

Fahri mengaku sudah menyerahkan sejumlah alat bukti kepada penyidik. Bukti yang diserahkan antara lain dokumen, video, USB, dan sejumlah bukti lain.

Dalam laporannya, Fahri menyebut Sohibul Imam melanggar Pasal 310 dan 311 KUHP juncto Pasal 45 ayat 3 Undang-Undang ITE dan pencemaran nama baik.

Sebelumnya, Fahri menempuh jalur perdata karena dipecat dari PKS. Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memenangkan dan menyatakan pemecatan Fahri tidak sah pada Februari 2016.

PKS mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi DKI. Fahri Hamzah kembali menang.

(Baca juga: Fahri Hamzah Anggap Pemecatan Dirinya Salah Rute)

Fahri geram atas tindakan Sohibul Iman yang dianggap sudah melampaui batas. Sohibul, kata Fahri, menyatakan di media bila dia kerap berbohong dan membangkang.

"Sungguh ini memasuki pengertian saya yang paling dasar dari eksistensi. Saya merasa sedang dirusak dan dihilangkan. Padahal pengadilan memenangkan saya," jelas Fahri, beberapa waktu lalu.


 


(REN)