Polisi Kejar Pembakar Polsek Bendahara

Dian Ihsan Siregar    •    Rabu, 24 Oct 2018 16:15 WIB
penyerangan
Polisi Kejar Pembakar Polsek Bendahara
Seorang warga mengamati bangunan Polsek Bendahara yang dibakar oleh warga di Aceh Tamiang, Aceh, Selasa (23/10/2018). ANTARA FOTO/Zamzami.

Jakarta: Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo menegaskan pihaknya bakal menindak tegas pihak-pihak yang terlibat dalam perusakan dan pembakaran kantor Polsek Bendahara. Tak hanya oknum kepolisian tapi juga masyarakat. 

"Polisi akan seimbang. Kepala Kapolsek dan anggota dimintai keterangan hari ini, demi mendapatkan bukti yang ada di TKP, bahwa masyarak‎at yang melakukan perusakan harus kita kejar, polisi akan menindak," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Rabu, 24 Oktober 2018.

Dedi menyebut jika masyarakat terbukti bersalah melakukan pengrusakan maka akan dikenakan sanksi hukum. Sehingga, ‎memberikan efek jera agar tidak melakukan tindakan yang menyalahi aturan.

‎"Untuk menemukan itu, kita juga koordinasi dengan tokoh masyarakat setempat," jelas dia.

(Baca juga: Aceh Tamiang Kondusif Pascapenyerangan Polsek Bendahara)

Terkait kejadian itu, ‎Kapolsek Bendahara Ipda Iwan Wahyudi sudah dicopot dan diganti oleh pejabat baru. Ini dilakukan sebagai bentuk sanski. 

"Yang bersangkutan juga sudah diamankan oleh Polda Aceh untuk melanjutkan pemeriksaan lebih lanjut oleh anggota Polda setempat," sebut dia.

Dedi meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi. "Biarkan Polda Aceh yang menanganinya," tukas dia.

Sebelumnya masyarakat di sekitar Kantor Polsek Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang, menyerang kantor polisi tersebut pada Selasa, 23 Oktober 2018, sehingga menyebabkan kerusakan serta perusakan sepeda motor yang ada di tempat tersebut. Penyerangan kantor polsek dipicu meninggalnya seorang tersangka narkoba jenis sabu-sabu beserta barang buktinya.
 


(REN)