Bupati Nonaktif Bekasi Jadi Saksi Tersangka Jamaludin

Juven Martua Sitompul    •    Rabu, 07 Nov 2018 10:32 WIB
OTT Pejabat Bekasi
Bupati Nonaktif Bekasi Jadi Saksi Tersangka Jamaludin
Bupati nonaktif Bekasi Neneng Hasanah Yasin/MI/Rommy Pujianto

Jakarta: Bupati nonaktif Bekasi Neneng Hasanah Yasin dipanggil penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia akan diperiksa terkait kasus suap perizinan proyek pembangunan Meikarta milik Lippo Group di Bekasi.

"Dia akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka J (Kepala Dinas PUPR Bekasi Jamaludin)," kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Rabu, 7 November 2018.

Febri menjelaskan Jamaludin juga akan diperiksa sebagai saksi untuk Neneng. Penyidik juga menjadwalkan pemeriksaan Kabid Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi Kuswaya. Dia akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro.

Baca: Saksi Kasus Meikarta Irit Bicara

KPK tengah gencar menelusuri sumber uang suap Meikarta yang diduga berasal dari Lippo Group. Pejabat Lippo Group yang telah masuk ruang penyidikan untuk dimintai keterangan terkait ialah Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro, CEO Lippo Group James Riady, dan mantan Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Tbk Toto Bartholomeus.

Presiden Direktur PT Lippo Karawaci Tbk Ketut Budi Wijaya, Corporate Affairs Siloam Hospital Group Josep Christoper Mailool, Direktur Keuangan PT Lippo Cikarang Tbk Soni, dan Direktur Keuangan PT Lippo Karawaci Tbk Richard Setiadi juga menjadi terperiksa. Teranyar, Direktur Keuangan PT Mahkota Sentosa Utama (PT MSU) Hartono diperiksa penyidik. Melalui Hartono, penyidik lebih banyak mengonfirmasi asal uang hingga proses penyuapan.

Menurut Saut, pemeriksaan petinggi Lippo Group penting dilakukan demi mengungkap peran korporasi. Di sisi lain, Saut meminta semua pihak bersabar dan memberi waktu penyidik membongkar peran korporasi.

"Penyidik KPK sudah punya sense yang baik tentang pidana korporasi jadi sabar dulu ya," ucap dia.

Baca: KPK Bidik Lippo Group Dalam Dua Perkara

Meikarta merupakan salah satu proyek prestisius milik Lippo Group. Penggarap proyek Meikarta ialah PT Mahkota Sentosa Utama, anak usaha PT Lippo Cikarang Tbk. Sedangkan PT Lippo Cikarang Tbk merupakan anak usaha PT Lippo Karawaci Tbk.

Secara keseluruhan, nilai investasi proyek Meikarta ditaksir mencapai Rp278 triliun. Meikarta menjadi proyek terbesar Lippo Group selama 67 tahun grup bisnis milik Mochtar Riady itu berdiri.

Billy Sindoro diduga memberikan uang Rp7 miliar kepada Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan anak buahnya terkait pengurusan izin proyek pembangunan Meikarta. Uang diduga bagian fee yang dijanjikan Rp13 miliar terkait proses pengurusan izin proyek Meikarta.


(OJE)