Livestreaming

Ahli Toksikologi Australia tidak Temukan Kepastian Forensik

Arga sumantri    •    Rabu, 21 Sep 2016 21:56 WIB
kematian mirna
Ahli Toksikologi Australia tidak Temukan Kepastian Forensik
Jessica Kumala WOngso. ANT/Rosa Panggabean

Metrotvnews.com, Jakarta: Sisa Es kopi Vietnam yang diminum Wayan Mirna mengandung sianida. Itu tertuang dalam daftar barang bukti yang ada di berkas perkara kasus kematian Mirna.

Laporan pemeriksaan forensik menyebutkan sebanyak 7.400 miligram sianida ada di sisa kopi Mirna dalam gelas. Sementara, sebanyak 7.900 miligram sianida ada di sisa es kopi Mirna yang disimpan dalam botol.

Namun, dua barang bukti itu tidak membuat Ahli Toksikologi Australia Michael Robertson mau menyimpulkan kalau Mirna pasti meninggal karena sianida. Sebab, Robertson tidak menemukan laporan forensik yang menunjukkan kepastian berapa banyak kopi bersianida yang diseruput Mirna.

"Saat sampel dianalisa, tidak ada bukti bahwa ada sianida dalam jumlah besar yang diminum (Mirna)," kata Robertson di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Ousat, Rabu (21/9/2016).

Secara fakta yang termuat dalam laporan forensik, Robertson mengamini ditemukan sianida. Tapi, lagi-lagi, yang jadi pertanyaan Ahli Toksikologi Universitas Monash Australia itu yakni kepastian bagaimana sianida itu bisa ada dalam tubuh Mirna.

"Faktanya ada sianida ditemukan, tapi tidak ada kepastian kapan sianida dimasukan (bisa sebelum atau setelah Mirna mati)," ujar Robertson.

Kombes Nursamran, saksi ahli toksikologi forensik yang pernah dihadirkan JPU, memang menyebut Mirna menyeruput sekitar 20 mililiter es kopi Vietnam. Nursamran merupakan orang yang ikut membantu penyidikan polisi. Tapi, jumlah itu diakui Nursamran berdasarkan hasil simulasi.

"Kami lakukan uji coba dengan sedotan yang sama, bahan yang sama. Dari 20 sedotan, dirata-rata (sianida) itu sekitar 20 mililiter” ucap Nursamran.

Nursamran dan tim forensik juga menyimpulkan tingkat konsentrasi sianida dalam 20 mililiter kopi Mirna dideteksi sekitar 15 gram per liter. Hitung-hitungan Nursamran, jika gelas es kopi Vietnam di Kafe Olivier mampu menampung 300-350 mililiter larutan kopi, maka banyaknya sianida yang dimasukkan pembunuh Mirna berjumlah 5 gram. Tapi lagi-lagi, itu berdasarkan simulasi.

Nursamran juga melakukan pengujian terhadap es kopi Vie serupa dengan takaran yang diduga sama dengan yang diminum Mirna. Pengujian itu dilakukan untuk mengetahui rentang waktu sianida masuk ke dalam kopi.

Singkatnya, menurut Nursamran, sianida masuk ke kopi pada pukul 16.00 lewat 39 menit 36 detik. Namun, karena dimungkinkan adanya pergeseran deviasi, dibuat perkiraan antara pukul 16.30 sampai 16.45 WIB.

Menilik rekaman kamera pengintai (CCTV) Kafe Olivier, Mirna menyeruput kopi pada jam 17.18 WIB. Tapi, Robertson tak menemukan bukti toksikologi yang merunut waktu sianida bereaksi dalam tubuh Mirna.

Kadar Sianida yang ditemukan dalam lambung terlalu kecil

Selain tidak adanya laporan forensik soal kepastian proses masuknya sianida, Robertson juga mendapati kadar sianida yang ditemukan dalam lambung Mirna, tergolong kecil. Sebanyak 0,2 miligram sianida disebut dalam laporan forensik ada di lambung Mirna, yang diperiksa tiga hari setelah Mirna meninggal.

Padahal semestinya, menurut Robertson, sianida bisa mematikan seseorang ketika ada sekitar 2,8 miligram per kilogram berat tubuh manusia. Jumlah itu, setara dengan 180 miligram sianida pada seseorang dengan berat tubuh 60 kilogram.

Belum lagi, laporan forensik juga menyebutkan sampel cairan lambung Mirna negatif sianida. Padahal cairan lambung itu diuji sekitar 70 menit setelah Mirna meninggal. Walaupun, belakangan Jaksa penuntut umum (JPU) meralat, kalau ada sebesar 0,1 miligram sianida di cairan lambung Mirna. Tapi, itu tidak dicantumkan dalam laporan forensik yang termuat dalam berkas perkara.

Mirna meregang nyawa usai menyeruput es Kopi Vietnam di Kafe Olivier, Rabu 6 Januari. Kopi itu dipesankan Jessica Kumala Wongso.

Jessica pun jadi terdakwa tunggal kasus kematian Mirna. Rekan Mirna di Billyblucollege Australia itu pun didakwa dengan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana. Jessica terancam hukuman mati.


(OGI)

Video /