KPK Ancam Jerat Pihak Merintangi Sidang Korupsi KTP-el

Juven Martua Sitompul    •    Rabu, 13 Dec 2017 21:56 WIB
korupsi e-ktpsetya novanto
KPK Ancam Jerat Pihak Merintangi Sidang Korupsi KTP-el
Logo KPK di Gedung Merah Putih, KPK. (MI/Rommy Pujianto)

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengancam bakal menjerat pihak-pihak yang menghalangi proses persidangan perkara korupsi KTP-el dengan terdakwa Setya Novanto. Lembaga antikorupsi akan menjerat pihak-pihak tersebut dengan Pasal 21 UU Pemberantasan Korupsi tentang obstruction of justice.

"KPK mengingatkan agar tidak berupaya menghambat penanganan perkara yang sedang berjalan. Karena terapat risiko hukum yang cukup berat seperti diatur di Pasal 21 UU Tipikor atau obstruction of justice," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Rabu 13 Desember 2017.

Febri mengatakan, pihaknya juga telah menjerat politikus Partai Golkar Markus Nari sebagai tersangka obstruction of justice dalam kasus perkara KTP-el. Bahkan, lembaga antikorupsi juga tengah melakukan penyelidikan kasus obstruction of justice terkait hilangnya Novanto saat akan dijemput paksa tim penyidik KPK beberapa waktu lalu.

"KPK sudah menangani obstruction of justice dalam kasus e-KTP ini. Ada kasus yang sudah ditingkatkan ke tahap penyidikan, ada juga yang masih penyelidikan," ujar dia.

Pada sidang perdana korupsi KTP-el, Novanto yang duduk di kursi pesakitan lebih banyak memilih bungkam dan tidak menggubris pertanyaan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta. Sekali membuka mulut, Novanto hanya menyampaikan kalau dirinya sedang sakit diare hingga 20 kali ke kamar mandi.

Namun, pengakuan Ketua DPR nonaktif itu dibantah dengan tegas oleh jaksa penuntut KPK dan menjelaskan bahwa dalam satu malam Novanto hanya dua kali ke kamar mandi. Pernyataan jaksa KPK diperkuat dengan kesaksian dokter yang memeriksa dan memastikan Ketua Umum Partai Golkar nonaktif itu sehat serta siap menjalani sidang.

Tak hanya itu, kesehatan mantan Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR itu diperkuat dengan pemeriksaan tim dokter dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) yang memeriksa Novanto saat persidangan dihentikan sementara oleh Majelis Hakim.


(LDS)