KPK Bakal Periksa Zumi Zola Hari Ini

Arga sumantri    •    Jumat, 05 Jan 2018 10:05 WIB
kpkkasus suap
KPK Bakal Periksa Zumi Zola Hari Ini
Juru Bicara KPK Febri Diansyah--MI/Rommy Pujianto

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melayangkan surat panggilan kepada Gubernur Jambi Zumi Zola. Ia dijadwalkan menjalani pemeriksaan kasus dugaan suap pengesahan rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2018, hari ini. 

"Informasinya Gubernur Jambi akan diperiksa besok atau hari ini," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, saat dikonfirmasi, Jumat, 5 Januari 2018.

Febri mengatakan, Zumi Zola diduga memiliki informasi dan mengetahui perkara suap yang tengah diusut KPK. Penyidik KPK, kata dia, akan mengonfirmasi sejumlah hal kepada Zumi terkait dengan pengesahan rancangan APBD Jambi Tahun Anggaran 2018 yang berujung suap tersebut.

"Eksekutif kita dalami proses pembahasan APBD di Jambi dan bagaimana komunikasinya dan siapa saja yang mengetahui tentang penerimaan uang," ujarnya. 

Febri belum bisa memastikan soal dugaan keterlibatan Zumi dalam kasus ini. Yang jelas, kata dia, pemanggilan terhadap Zumi maupun saksi lain dilakukan karena dinilai memiliki informasi yang relevan. "Mereka diduga memiliki informasi dan mengetahui kasus yang kita tangani ini," ujarnya. 

Baca: Suap APBD Jambi, Plt Sekda Sebut Ada Arahan Zumi Zola

Dugaan keterlibatan Politikus PAN itu mencuat lagi usai Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Erwan Malik mengakui mendapat perintah Gubernur Jambi Zumi Zola untuk menyerahkan sejumlah uang kepada anggota DPRD Jambi, terkait pengesahan APBD Jambi 2018. Hal tersebut disampaikan kuasa hukum Erwan, Lifa Malahanum Ibrahim, usai mendampingi kliennya diperiksa di Gedung KPK, Rabu 3 Januari.

Lifa menyebut permintaan 'duit ketok palu' APBD Jambi 2018 tidak hanya sekali. Ia menyatakan, kalau kliennya tidak mungkin memberikan uang tanpa seizin pimpinan yang tak lain sang Gubernur Zumi Zola.

"Sekda yang definitif sudah lewat dua bulan yang lalu diganti. Jadi klien (Erwan Malik) kami hanya menjalankan arahan dari pimpinan (Gubernur Jambi Zumi Zola)," kata Lifa.



KPK sudah menetapkan empat orang tersangka terkait suap pengesahan APBD Jambi Tahun Anggaran 2018. Mereka adalah anggota DPRD Jambi Supriyono, Plt Sekda Pemprov Jambi Erwan Malik, Plt Kadis PUPR Arfan, dan Asisten III Bidang Administrasi Pemprov Jambi Saifuddin.

Dalam kasus ini, Supriyono diduga telah menerima suap Rp400 juta dari tiga pejabat Pemprov Jambi tersebut. Suap diberikan agar Supriyono yang menjabat sebagai Ketua DPW PAN menghadiri rapat pengesahan APBD Jambi 2018.

Dari hasil pemeriksaan, terungkap jika Pemprov Jambi di bawah kepemimpinan Gubernur Zumi Zola telah menyiapkan 'uang ketok' sebanyak Rp6 miliar untuk mengguyur DPRD Jambi. DPRD diminta menyetujui APBD 2018 tersebut.

Dari hasil Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Selasa, 28 November 2017, Satgas KPK baru menyita Rp4,7 miliar. Sementara itu, Rp1,3 miliar lainnya sudah diserahkan Pemprov Jambi kepada anggota DPRD Jambi lainnya.

Atas perbuatannya, Erwan Malik, Arfan, dan Saifuddin disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo. Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sementara itu, Supriyono selaku penerima suap dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 UU Nomor 31 tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.


(YDH)