Wakapolri: Jangan Adu Domba Polri dan KPK

Deny Irwanto    •    Senin, 13 Nov 2017 14:37 WIB
spdp pimpinan kpk
Wakapolri: Jangan Adu Domba Polri dan KPK
Wakapolri Komjen Syafruddin. Foto: Antara/Wahyu Putro

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Syafruddin tak ingin pelaporan dua petinggi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo dan Saut Situmorang di Bareskrim Polri menjadi gaduh. Syafruddin menyatakan saat ini hubungan kedua lembaga ini dalam keadaan baik dan tidak bisa dipengaruhi pelaporan pihak Novanto.

"Yang pertama, jangan ada pihak-pihak yang mau mengadu domba antara KPK dan Polri. Saat ini kami solid dalam menegakkan hukum, khususnya di bidang pemberantasan korupsi. Jangan ada pihak yang mengadu domba," kata Syafruddin di Polda Metro, Senin 13 November 2017.

Syafruddin menjelaskan penyidik Polri selalu mengedepankan fakta hukum dalam melakukan penyelidikan. Menurutnya, surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) terhadap dua pimpinan KPK yang diterbitkan Polri berbeda dengan SPDP di KPK.

Menurutnya, penerbitan SPDP Polri tak selalu diikuti dengan penetapan tersangka. Bahkan, lanjut Syafruddin, adanya SPDP juga belum tentu menjamin kasus yang dilaporkan bisa diteruskan atau tidak.

"Jadi, semua laporan masyarakat diterima kemudian dianalisis. SPDP tak identik dengan tersangka. Itu (harus) dicatat. Tapi, di KPK, sprindik (surat perintah penyidikan) identik dengan (ditetapkannya) tersangka. Itu sesuai dengan undang-undang, UU Antikorupsi," kata Syafruddin.

Dua pimpinan KPK, Agus Rahardjo dan Saut Situmorang serta dua pejabat tinggi KPK kembali dilaporkan kuasa hukum Ketua DPR RI Setya Novanto ke Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri.

Mereka dilaporkan karena dianggap menyalahgunakan wewenang saat menetapkan Novanto. Pimpinan KPK juga disangka tak menaati prosedur saat mencegah Novanto ke luar negeri.




(UWA)

MKD Tunda Pembahasan Nasib Novanto di DPR

MKD Tunda Pembahasan Nasib Novanto di DPR

11 hours Ago

Salah satu yang akan dibahas dalam rapat MKD itu adalah status Setya Novanto sebagai kasus koru…

BERITA LAINNYA