KPK Perpanjang Penahanan Eddy Rumpoko

Juven Martua Sitompul    •    Senin, 13 Nov 2017 18:31 WIB
ott kpk
KPK Perpanjang Penahanan Eddy Rumpoko
Juru Bicara KPK Febri Diansyah. (Foto: MI/Rommy Pujianto).

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan Wali Kota nonaktif Batu  Eddy Rumpoko (ERP). Tersangka kasus dugaan suap proyek pengadaan mebel di Pemerintah Kota Batu itu ditambah masa penahanannya selama 30 hari ke depan. 

"Hari ini dilakukan perpanjangan penahanan selama 30 hari ke depan untuk tersangka ERP (Eddy Rumpoko) dalam TPK suap terkait dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kota Batu TA 2017," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Senin 13 November 2017.

Febri mengatakan, penambahan masa penahanan Eddy terhitung sejak 16 November sampai 15 Desember 2017. Perpanjangan penahanan dilakukan demi kepentingan penyidikan.

KPK sebelumnya menetapkan Wali Kota Batu Eddy Rumpoko serta Kepala Bagian Unit Layanan Pengaduan (ULP) Pemkot Batu Eddi Setiawan dan pemilik PT Dailbana Prima Filipus sebagai tersangka suap proyek pengadaan meubelair senilai Rp5,26 miliar di Pemerintah Kota Batu, Malang, Jawa Timur.

Eddy Rumpoko diduga menerima fee Rp500 juta dari proyek yang bernilai Rp5,26 miliar tersebut. Uang fee itu diterima Eddy dalam bentuk tunai sebesar Rp200 juta kemudian sisanya Rp300 juta buat pelunasan mobil Toyota Alphard miliknya.

Atas perbuatannya, Filipus sebagai pemberi diduga melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau pasal 13 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Eddy Rumpoko dan Eddi Setiawan sebagai penerima diduga melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau pasal 11 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.
 


(REN)