MA: Perkara Mudah Jerat Kembali Novanto

M Sholahadhin Azhar    •    Jumat, 06 Oct 2017 15:27 WIB
korupsi e-ktpsetya novanto
MA: Perkara Mudah Jerat Kembali Novanto
Ketua DPR Setya Novanto. Foto: MTVN.

Metrotvnews.com, Jakarta: Mahkamah Agung (MA) menilai, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dapat dengan mudah menjerat kembali Ketua DPR Setya Novanto dalam kasus KTP elektronik (KTP-el). Apalagi, Komisi Antirasuah telah mendapat bukti baru.

"Saya mendengar sudah punya banyak bukti yang dikumpulkan. Saya rasa itu tidak sulit untuk menetapkan kembali," kata Kepala Biro Hukum dan Humas MA Abdullah di Gedung MA, Jakarta, Jumat 6 Oktober 2017.

Praperadilan yang memenangkan Setya dianggap tak berpengaruh banyak kepada penelusuran perkara. Pasalnya, putusan praperadilan hanya menggugurkan penyidikan yang diduga menyalahi aturan. Sementara itu, dugaan tindak pidananya masih bisa dilanjutkan.

"Tidak menggugurkan kewenangan penyidik untuk menetapkan (Setya Novanto) sebagai tersangka lagi setelah memenuhi paling sedikit dua bukti baru yang sah," imbuh dia.

Abdullah menyerahkan kelanjutan pengusutan kasus ini pada KPK. Lembaga Antikorupsi dinilai memiliki pertimbangan kuat mengapa Novanto harus bertanggung jawab dalam kasus KTP-el. 

Baca: MA Masih Menimbang Aduan tentang Pengadil Novanto

Novanto ditetapkan sebagai tersangka KTP-el pada medio Juli 2017. Namun, status tersangka itu gugur setelah Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memenangkan Novanto pada sidang praperadilan di akhir September 2017. 

Hakim Cepi Iskandar memutuskan penetapan tersangka KPK terhadap Novanto menyimpang. Dia menilai, alat bukti yang sudah digunakan untuk dalam perkara sebelumnya tidak bisa digunakan untuk pengusutan selanjutnya kepada Novanto.

Alat bukti ini sudah digunakan KPK dalam mengusut mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri, Irman dan Sugiharto. Keduanya sudah dinyatakan bersalah oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. Irman divonis 7 tahun penjara sedangkan Sugiharto 5 tahun penjara.


(OGI)