Yasonna Irit Bicara soal kasus KTP-el

Ilham wibowo    •    Rabu, 10 Jan 2018 16:02 WIB
korupsi e-ktp
Yasonna Irit Bicara soal kasus KTP-el
Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly berada di lobi seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK Jakarta. Foto: Antara/Wahyu Putro A.

Jakarta: Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly irit bicara soal pemeriksaan untuk tersangka mantan Dirut PT Quadra Solutions Anang Sugiana Sudihardjo. Yasonna menyebut pemeriksaan tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk kasus kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) itu tak ada yang berbeda.

Mantan anggota Komisi II DPR itu enggan menjelaskan materi pemeriksaan terhadap dirinya. Yasonna menyerahkan hasil pemeriksaannya ke penyidik KPK terkait kasus yang ditaksir merugikan negara hingga Rp2,3 triliun itu.

"Ya pertanyaannya sama, sama dengan yang lama. Pokoknya tanya ke penyidik saja, pokonya semua saya jelaskan," kata Yasonna usai diperiksa di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu, 10 Januari 2018.

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini hadir di KPK sekitar pukul 10.00 WIB. Yasonna sedianya sudah pernah diperiksa KPK sebagai saksi untuk tersangka Andi Agustinus alias Andi Narogong dalam kasus yang sama.

"Saya me‎ndengar saja. Saya dipanggil memberikan kesaksian ke Anang. Sebagai warga negara yang baik kita datang," ungkapnya.

Yasonna disebut-sebut di dalam sidang kasus KTP-el dengan terdakwa Ketua nonaktif DPR Setya Novanto. Maqdir Ismail, kuasa hukum Novanto, sempat mempertanyakan hilangnya tiga nama politikus PDI Perjuangan dalam surat dakwaan kliennya.

Baca: Dokter yang Pernah Rawat Novanto Jadi Tersangka

Tiga nama yang hilang dalam dakwaan Novanto itu adalah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, dan Yasonna. Padahal, dalam dakwaan dua pejabat Kementerian Dalam Negeri Irman dan Sugiharto, ketiga nama itu disebut kecipratan uang haram proyek KTP-el.

Dalam surat dakwaan dua mantan pejabat Kemendagri itu, Olly selaku wakil ketua Badan Anggaran DPR RI saat kasus ini bergulir, disebut menerima uang USD1,2 juta. Ganjar Pranowo disebut menerima USD520 ribu dan Yasonna menerima USD84ribu.
 
Namun, pada surat dakwaan Novanto, ketiganya tak disebut dengan jelas. Nama ketiganya serta sejumlah politikus lainnya hanya disebut jaksa KPK dengan kalimat, "Beberapa anggota DPR RI periode 2009-2014 sejumlah USD12.856.000 dan Rp44 miliar".





(OGI)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA