KPK Ajukan Banding Vonis Eks Dirut PT DGI

Juven Martua Sitompul    •    Senin, 08 Jan 2018 19:20 WIB
kasus korupsi
KPK Ajukan Banding Vonis Eks Dirut PT DGI
Mantan Direktur Utama PT Duta Graha Indah (PT DGI) Dudung Purwadi/ MI/Rommy Pujianto.

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengajukan banding atas vonis mantan Direktur Utama PT Duta Graha Indah (DGI) Dudung Purwadi. Banding diajukan karena putusan Majelis Hakim dinilai terlalu rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU).

Dalam amar putusan Majelis Hakim, Dudung Purwadi divonis 4 tahun 8 bulan penjara dan denda Rp250 juta subsider 3 bulan kurungan.

"Ya banding. Karena vonis pidana penjara ataupun uang pengganti masih lebih rendah dari tuntutan JPU," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Senin 8 Januari 2018.

Baca: Bekas Bos PT DGI Divonis Empat Tahun Delapan Bulan Bui

Vonis Dudung lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut KPK, yaitu hukuman tujuh tahun penjara dan denda sebesar Rp300 juta subsider 6 bulan kurungan.

Tak hanya itu, PT DGI yang berganti nama menjadi PT Nusa Kontruksi Enjiniring juga dituntut membayar uang pengganti dalam dua kasus yang menjerat Dudung.

Uang pengganti yang harus dibayarkan PT DGI untuk kasus korupsi pembangunan RS Pendidikan Khusus Penyakit Infeksi dan Pariwisata Universitas Udayana sebesar Rp25,953 miliar dan PT DGI diuntungkan Rp24,6 miliar.

Sedangkan, dalam kasus Wisma Atlet, negara dirugikan sekitar Rp54,7 miliar dan PT DGI diuntungkan mencapai Rp42,7 miliar.

Namun, dalam putusannya Majelis Hakim PT DGI hanya diminta membayar uang pengganti sebesar Rp134,4 miliar untuk kasus pembangunan RS Pendidikan Khusus Universitas Udayana tahun 2009 dan 2010 dan Rp33,4 miliar untuk kasus pembangunan Wisma Atlet SEA Games 2011 dan Gedung Serba Guna Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan tahun 2010-2011.

Baca: PT DGI Setor 10 Persen untuk Dapatkan Proyek Pertama dari Nazaruddin

PT DGI sendiri telah menyerahkan uang dari keuntungan proyek pembangunan RS Pendidikan Khusus Universitas Udayana sebesar Rp15,124 miliar dan dari keuntungan pembangunan Wisma Atlet sebesar Rp24 miliar kepada KPK.

KPK juga menetapkan PT DGI sebagai tersangka korporasi dalam kasus korupsi RS Pendidikan Khusus Universitas Udayana tahun 2009 dan 2010. KPK menjerat PT DGI sebagai tersangka sejak pertengahan 2017 lalu. Kini, lembaga antirasuah itu tengah melengkapi berkas penyidikan PT DGI.


(DEN)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

1 week Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA