Bupati Rita Segera Diadili

Juven Martua Sitompul    •    Kamis, 01 Feb 2018 18:58 WIB
gratifikasi bupati kutai rita widyasari
Bupati Rita Segera Diadili
Rita Widyasari. Foto: Antara/ Rivan Awal Lingga

Jakarta: Berkas penyidikan tersangka Bupati nonaktif Kutai Kartanegara (Kukar), Rita Widyasari (RIW), dinyatakan lengkap dan diserahkan ke jaksa penuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dengan begitu, tersangka suap dan gratifikasi itu segera diadili.
 
Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, selain Rita penyidik juga merampungkan penyidikan tersangka lain yakni PT Komisaris PT Media Bangun Bersama Khairudin (KHR).
 
"Hari ini pelimpahan berkas, barang bukti dan dua tersangka ke penuntutan atau tahap dua," kata Febri saat dikonfirmasi, Jakarta, Kamis, 1 Januari 2018.
 
Menurut dia, kemungkinan sidang akan digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. Saat ini, jaksa penuntut KPK memiliki waktu 14 hari untuk menyusun surat dakwaan kedua tersangka tersebut.
 
"Sidang rencananya akan dilaksanakan di PN Tipikor Jakarta, sehingga tidak dilakukan pemindahan tahanan," ujar dia.

Baca: Uang Gratifikasi Bupati Rita Diduga dari Para Kadis Pemkab Kukar 

Febri mengatakan, 117 saksi telah diperiksa untuk kedua tersangka tersebut. Mereka yang diperiksa terdiri dari unsur pejabat Pemkab, petinggi perusahaan, swasta hingga dokter.
 
KPK menetapkan Rita dalam tiga perkara rasuah. Pertama, Rita dan Komisaris PT Media Bangun Bersama (MBB) Khairudin ditetapkan sebagai tersangka TPPU. Keduanya diduga telah menerima Rp436 miliar yang merupakan fee proyek, fee perizinan, dan fee pengadaan lelang barang dan jasa dari APBD selama menjabat sebagai Bupati Kukar.
 
Kedua, Rita dan Khairudin juga ditetapkan sebagai tersangka suap bersama dengan Direktur Utama PT Sawit Golden Prima, Hery Susanto Gun alias Abun. Rita diduga menerima suap sebesar Rp6 miliar dari Abun terkait pemberian izin operasi untuk keperluan inti dan plasma perkebunan kelapa sawit PT Sawit Golden Prima di Desa Kupang Baru, Kecamatan Muara Kaman.
 
Kemudian ketiga, Rita dan Khairudin ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi. Rita bersama Khairudin diduga menerima uang sekitar Rp6,97 miliar terkait dengan sejumlah proyek di Kabupaten Kukar.
 
Selain penetapan tersangka, KPK juga menyita sejumlah aset milik Rita. Aset yang disita terdiri dari mobil Toyota Vellfire, Ford Everest, dan Land Cruiser hingga dua unit apartemen di Balikpapan, Kalimantan Timur.
 



(FZN)